Loading Posts...

Advertisement

     

     

Abah Kastari, Pencetak Murai Batu dan Cucak Ijo Juara

 

“Memelihara dan merawat burung itu harus istiqomah. Maksudnya, kita harus disiplin dan tahu karakter burungnya. Bila sudah begitu, semua burung yang kita pelihara pasti mampu tampil berkualitas dan pilih tanding,” ungkap H. Kastari yang akrab disapa Abah Kastari di arena kontes kicauan itu. Usianya yang sudah menginjak 71 tahun, nampaknya membuat Abah Kastari makin matang dalam urusan merawat burung. Buktinya, murai batu Haikal dan Mutiara Hitam, selalu langganan juara di arena kontes kicauan manapun. Termasuk cucak hijau Pesona miliknya yang tergolong istimewa.

3. Abah Kastari bersama Candra, owner gantangan Meric BC dan Lesehan Pojok Kampoeng – Trawas.

Bagi Abah Kastari, kunci utama mencetak burung andalan, ada di perlakuan. Semua jenis burung yang kita pelihara, harus dipahami karakter alamiahnya. “Kenapa burung piaraan saya selalu bisa juara? Ada kunci utamanya. Semua burung itu pasti saya sendirikan saat berada di rumah. Burung-burung itu tak pernah bertemu langsung dan hanya terdengar suaranya saja. Nah, saat digantang, pasti burung itu fighter total,” ungkap ustadz yang tinggal di kawasan Ledug, Tretes, Kabupaten Pasuruan itu. Masih menurut Abah Kastari, menu pakan maupun rutinitas mandi, tentu hampir sama dengan koleksi kicauan milik kicau mania yang lain. Mulai mandi, dijemur, dikerodong, hingga menu pakan sama. Kicauan miliknya juga diberi jangkrik, ulat hongkong, dan kroto. Jumlah dan porsi serta waktu pemberian pakan saja yang agak berbeda. Tergantung karakter burungnya.

Cucak Hijau Pesona milik Abah Kastari yang gacor full.

Pemimpin pembelajaran berdoa di Ponpes Amanatul Ummah ini mengakui, selama dirinya beraktivitas di hobi burung, sepenuhnya sekedar untuk mengisi waktu dan refreshing saja. Hal itu dikarenakan kesibukannya di Ponpes Amanatul Ummah di Kembangbelor Pacet, Mojokerto dan di Ponpes Singa Putih Prigen, Pasuruan. “Ini saya lakuin untuk melatih kesabaran, disiplin, dan bersosialisasi dengan masyarakat yang lain. Hobi burung itu bukan untuk hal-hal negatif. Saya meyakini bila banyak teman dan banyak aktivitas yang baik, tentulah dapat memperpanjang hidup kita,” ujar mantan pegawai Telkom Pasuruan yang hijrah ke Ponpes Singa Putih dan menekuni hobi burung sejak tahun 1988 di Semarang itu.

Kepada agrobisburung Abah Kastari mengakui, selama ini dirinya beraktivitas sendirian saja. Sementara salah satu putranya aktif di LBC Team. Hal itu dikarenakan padatnya jadwal dirinya berdakwah. Hari senin, kamis, dan sabtu, dirinya harus mengabdi di Ponpes Amanatul Ummah. Sedangkan hari rabu, dirinya harus kembali ke Ponpes Singa Putih. Waktu yang tersisa itulah digunakan untuk me-refresh pikiran dan hatinya di kontes kicau mania. abuse

Abah Kastari bersama murai batu Haikal usai menyabet dua kali juara 1 di event Meric Cup – Trawas.

 

 

Tinggalkan Komentar

Advertisement