Loading Posts...

Advertisement

      

Produk A3T Olahan Terkini Terus Bermunculan, Werkudoro Tampil Menjanjikan, Wisanggeni Eksis di Latber Pengenalan Lapang Baru Soreang 

BANDUNG, agrobisburung.com – Produk A3T Bird Farm Bandung terus bermunculan, seiring dengan semakin padatnya agenda kegiatan di blok Jabar. Selain di latber-latber, lomba regional dan besar, menjadi ajang pembuktian kualitas anakan A3T hasil olahan terkini Taufiq.

Taufiq (tengah) saat mengikuti latber di lapangan baru Soreang, Kab. Bandung (9/10/21).

Setelah Wisanggeni (Taufiq A3T) dan Madona (Brandon Sumedang) ngorbit di Garut New Normal (5/9/21), kali ini A3T kembali menampilkan produk-produknya di Latber Pemanasan Pengda Cup & Pengenalan Lapang Baru P3SI Pengda Kab. Bandung, Soreang, Sabtu (9//10/21). Di kelas piyik yunior, Taufiq masih mengandalkan Wisanggeni, yang akhirnya finish diposisi keenam. Eksistensi produk A3T dari kandang A6 (Koh In Nor 2034 x A3T 1818 K.E9) ini, patut diapresiasi.

Taufiq (kiri) bersama A3T Team.

Di kelas hanging, Taufiq berhasil mengorbitkan burung debutannya, Werkudoro diposisi terbaik. Meski hanya memperoleh nilai maksiml 3 warna dibabak ketiga, namun penampilan Werkudoro cukup menjanjikan. Werkudoro merupakan orbitan anyarnya, anak dari kandang A9 (PVJ x Koh In Nor). Saat ini usianya baru 4 bulan. “Werkudoro masih ada ikatan saudara dengan Wisanggeni. Werkudoro adalah belahan bapaknya Wisanggeni,” jelas Taufiq.
Sementara Madona, yang moncer di Garut New Normal bersama Wisanggeni, berasal dari kandang A3T K.J8 (Tiga Dara 632 x R&J 646).  “Wisanggeni, Madona dan Werkudoro merupakan hasil olahan terkini, setelah rombak indukan,” jelasnya.
Rencananya, Wisanggeni dan Werkudoro, yang merupakan dua burung muda A3T ini akan disiapkan turun di gelaran bergengsi Pengda Cup Kab  Bandung (17/10/21). Taufiq berharap selain Wisanggeni dan Werkudoro, produk A3T lainnya juga bisa tampil di Soreang nanti. “Selain Wisanggeni dan Werkudoro, Taufiq juga akan membawa seekor lagi di kelas hanging. Mudah-mudahan yanga lainnya juga bisa moncer di Soreang. Aamiin,” harapnya.
Taufiq juga menerangkan, jika saat ini jumlah total indukan yang mengisi kandang A3T sebanyak 90 pasang, yang hampir sebagian besar produksi. Ada beberapa indukan pasangan baru dan ganti materi. Materi indukannya merupakan pilihan terbaik hasil perburuaannya selama beberapa tahun terakhir disaat ia menyatakan diri ‘come back’ ke dunia perkutut beberapa tahun lalu. Diantaranya, PVJ, Manila, TKK, King, Sha-Sha Difa, TOP, MK, Prosper 123, DP, Focus, SSS, R&J, Zam-Zam, Golden, Tyo Banggar, Kristal, HIKL, TL, L’Drago, Palem, ACC, Thien, Tiga Dara, Joni, Satria, Mix, Panorama, Indi, dan QQ.  “Dari total 90 kandang saat ini malah 70% materi sendiri. Sebelah pakai A3T. Bahkan ada juga beberapa diantaranya yang A3T x A3T,” jelas Taufiq. AB-AMA

Tinggalkan Komentar

Advertisement