Loading Posts...

Advertisement

     

MB Diesel Abah Eko Denpasar Masih Di Jalur Juara Saat Kopdar Kicaumania With Aa Duki Di Sidoarjo

 

SIDOARJO, agrobisburung.com – Kali pertama datang saat tiket utama Rp 150 ribu, Murai Batu G25 digelar, sosok Abah Eko bisa dibilang ‘beda’ dengan peserta lainnya. Bahkan Aa Duki sempat menghampirinya untuk bersalaman sembari nyeletuk dibarengi tawa ringan, berujar sudah tahu juaranya pasti burung Abah Eko karena jauh datang dari Denpasar.

Abah Eko

MB Diesel

Dan benar saja, Murai Batu bernama Diesel tampil meyakinkan juri untuk mengunci bendera merah. Karena penasaran, usai bubaran kelas berikutnya, G25 tiket Rp 100 ribu, agrobisburung.com coba menyambangi paddocknya untuk memastikan apa benar dari Denpasar sesuai yang tertulis pada piagam kejuaraan.
“Ya benar saya dari Denpasar punya usaha di sana tapi juga ada rumah di Surabaya sini, jadi ini dalam rangka liburan saja sekaligus lomba tipis tipis saja karena masih pembatasan (PPKM) begini. Mumpung si Diesel lagi kondisi makanya saya bawa juga waktu ke Surabaya. Di Bali juga ada burung lain namanya Genset tapi lagi ngurak,” tandasnya. Sebentar, nama burungnya mirip semua Diesel sama Genset, kok bisa? “Iya memang saya namakan demikian karena sesuai dengan bidang usaha jual mesin Genset di Denpasar, namanya Megah Jaya Genset,” imbuhnya.

KERAP JUARA DIBERBAGAI EVEN

Balik lagi ke Murai Batu Diesel, 1 bulan belakangan terhitung sudah 8 kali koncer A, ditambah saat Kopdar Aa Duki, Sabtu (30/1) di Gantangan Ramayana BC, Pasar Puspa Agro Sidoarjo, jadi 9. “Alhamdulillah, satu tahunan Diesel saya rawat sudah banyak prestasi di raih, kalau lagi lomba di Kodam Surabaya, mesti dapat nomer satu, dua dan tiga. Waktu Irin Cup Bali kapan hari juga juara, pokoknya tidak saya lepas meski beberapa orang sudah melakukan penawaran,” ujarnya.
Berbekal tonjolan Kenari tajam disambung Cililin, burung yang didapat dari penghobi Surabaya tersebut dirawat sendiri. Di halaman belakang kantor di Denpasar, ada kandang umbaran tempat Diesel biasa beraktifitas. Dengan pakan harian jangkrik pagi 5 sore 5. Serta 3 hari sekali diberi selingan ulat kandang.
“Diesel tidak suka kroto, mungkin sudah terbiasa demikian dari pemilik sebelumnya. Jelang lomba kita tambahkan jangkrik sampai sepuluh ekor, waktu hari H normal saja. Tiap mau naik tambah Ulat Hongkong tiga. Nanti pulang saya mandikan. Ini usianya sekitar empat tahunan, dua – tiga bulan lagi perkiraan akan mabung,” tambahnya.

Dengan gaya tidak terlalu nge-ply, nunduk lama, Diesel saat di rumah selalu bersanding dengan burung Kapas Tembak serta Cucak Cungkok, kabarnya ready to Surabaya Vaganza. “Itu kalau saya masih di Surabaya, andai ada urusan dan keburu balik Bali, Diesel ya ikut,” pungkasnya. AB-IKO

Tinggalkan Komentar

Advertisement