Loading Posts...

Advertisement

      

Yudistira (Trisula) Tampil Menjanjikan di Garut New Normal, Langsung Di-Take Over H. Zono Mantili Sumedang 

 

GARUT, agrobisburung.com – Selain gelaran konkurs Garut New Normal (5/9/21) berjalan dengan aman, lancar dan sukses, ternyata diluar arena telah terjadi transaksi senyap. Seiring dengan kembalinya performa Yudistira (Trisula: Tio K 4 x MCT K Semar), yang sempat juara 2 hanging di lapang Lanud Sulaiman Bandung beberapa tahun lalu, kemudian sempat transaksi dan pindah tangan ke H. Aep Saepudin (ketua P3SI Pengda Garut). Tidak lama kemudian, Yudistira juga sempat terjual dan diboyong ke Sumenep Madura oleh kepala desa Batang Batang. Tapi yang namanya rejeki ada saja jalanya, sehingga Yudistira kembali ke tangan H. Abdul Latief, yang memang piawai dalam hal merawat burung perkutut siap lomba. Terbukti, Yudistira kembali moncer dan menempati peringkat 4 di kelas piyik yunior, saat mengawali debutnya kembali di Garut New Normal, kemarin.

H. Abdul Latief (kanan) dan H. Zono, saat transaksi Yudistira.

Ibarat kata beliau bengkelnya burung perkutut yang rusak akibat kurangnya perawatan. Di Garut Yudistira kembali menemukan performa terbaiknya. Meski hanya meraih juara 4, namun setidaknya Yudistira sudah kembali ke jalur juara. Penampilan menjanjikan Yudistira pun mencuri perhatian para pemandu bakat yang menyalsikan, salah seorang diantaranya H. Zono Mantili BF Sumedang. Usai gelaran kesepakatan pun terjadi. Yudistira diambil alih dengan mahar dirahasiakan.
Menurut H. Abdul Latief, kuncinya adalah keseriusan dalam menjalankam hobi. Jika bersungguh-sungguh dan manjalaninya dengan sepenuh hati, insyaalloh akan membuahkan hasil yang maksimal. “Sebenarnya dalam hobi itu hanyalah keseriusan dalam menekuninya. Apalagi yang berurusan dengan hobi hewan peliharaan. Kita dituntut untuk sabar, telaten dan yang terpenting ialah kita harus bisa memahami karakter dan keinginan dari hewan peliharaan tersebut, tak terkecuali perkutut,” ungkapnya.
H. Abdul Latief menambahkan, kalau kita tidak maksimal dalam pemeliharaan serta perawatan hewan tersebut, jangan harap kita dapat mewujudkan keinginan kita untuk dapat menikmati apa yang kita mau dari hewan peliharaan tersebut, termasuk burung perkutut yang memang harus lebih ekstra dalam perawatan. “Apalagi saya memang suka dan hobi memelihara hewan, seperti ocehan (cucakrowo, muray batu, dll),  kuda, puter pelung, merpati balap dan merpati pos, serta berbagai jenis kucing macam-macam jenis, kemudian bonsai, ssrta masih ada peliharaan hewan lainya yaitu arwana dan ikan louhan. Semuanya untuk mengisi waktu hari tua yang memang saya sudah pensiun,” bebernya.
Di sela-sela kesibukannya aktif sebagai pemimpin perusahaan di media Polisi Indonesia dan media Prajurit Indonesia, tapi waktu untuk di hobi memelihara hewan lebih banyak. Karena dengan situasi pandemi saat ini semuanya bisa di kontrol dari rumah. “Terlepas ada unsur bisnis disetiap hobi terpenting bagi saya adalah hati senang dan lebih banyak nambah teman serta saudara, karena silaturahmi itu sangat  penting bagi saya. Makanya saya siap pasang badan untuk setiap gelaran konkurs perkutut dan lomba puter pelung, khususnya di Garut umumnya di Jawa Barat. Ini semata-mata hanya ingin agar dunia hobi tersebut diatas tidak vakum dan tetap eksis walaupun masa pandemi dan PPKM,” tambahnya.
Keuntungan bukan tujuan utama baginya dalam menjalani hobi. “Keuntungan secara pribadi bagi saya setiap mengadakan event-event di Garut tidak ada sama sekali, malahan saya sering nombokin. Tapi dengan silaturahmi dengan saudara kungmania, kwokmania, bonsai mania, dll, itu bagi saya merupakan keuntungan yg tak ternilai harganya.
Adapun jika kita ada salah faham dan permasalahan yang timbul, itu hal biasa dan lumrah. Namanya kumpul banyak orang, Jangankan kita dengan teman, di rumah saja yang hanya kumpul dengan Keluarga kita juga suka ada masalah. “Yang paling penting kita saling pengertian, saling maaf memaafkan. Karena minta maaf dan memberi maaf itu bukan sesuatu yang hina dan tidak butuh biaya, malahan itu bagian dari ibadah yang tentunya kita berharap menjadi penghuni surga kelak nanti. Aamiin,” harapnya. AB-AMA

Tinggalkan Komentar

Advertisement