Loading Posts...

Advertisement

     

Bukan “Pencitraan” Tapi Sebuah Gebrakan Baru di Pasundan IV Badung, Priyo Sutrisno Berikan Kesan Tersendiri Kepada Para Pemain

BANDUNG, agrobisbuurng.com – Gelaran Piala Pasundan IV yang sempat tertunda kurang lebih 7 bulan akhirnya terlaksana pada Minggu (11/10) tepatnya di lapangan tenis Lanud Sulaiman Bandung. Lautan kicaumania dari berbagai kota di Indonesia tumpah ruah di event yang di gadang-gadang menjadi event kolosal terbesar dan tersukses di tahun 2020. Nah sambil belajar dari pengalaman Piala Pasundan sebelumnya Mr.Prio Sutrisno sebagai Owner Radja Company memberikan berapa gebrakan baru di Piala Pasundan IV. Ini semua untuk kebaikan bersama bukan sekedar pencitraan tapi gebrakan baru dari Radja Company

LOKASI LOMBA DI FOTO DARI DRONE (jawarakicau.Id)

Diterapkannya pagar berlapis dibagi menjadi ring satu dan ring dua dimana ring satu hanya dapat dimasuki satu pengantang dan satu burung  dimaksudkan untuk meminimalisir kerumunan penonton berjubel di satu titik mengingat gelaran ini berlangsung di masa pandemi. Selain itu ring satu juga bisa dijadikan kontrol untuk para pemain supaya tidak melakukan selebrasi berlebihan saat burung mereka tampil di lapangan. Untuk pagar ring dua dengan jarak kurang lebih 15 M dari gantangan dimana bisa akses semua penonton yang ingin menyaksikan burung mereka bertarung di 4 lapangan yang telah disediakan panitia.

MR PRIO LANGSUNG MELAKUKAN PENGAWASAN KINERJA JURI

Mulai diberlakukannya sistem rolling dan coretan pada penilaian love bird  tanpa menggunakan stik seperti biasa nya, dengan durasi  penilaian putaran pertama selama 3 menit dipegang juri pertama lalu berganti di juri kedua tanpa melihat nilai yang diberikan juri pertama diharapkan hal ini lebih bisa memberikan nilai yang obyektif dan relevan karena satu blok dinilai dengan dua juri yang berbeda secara bergantian.

Sistem penilaian baru di kelas love bird

Sterilisasi lapangan lomba di kelas utama murai batu Rp. 5 juta dan Rp. 3 juta yang memperebutkan hadiah mobil, disini 4 lapangan harus bersih dari awak media maupun pengurus yang tidak berkepentingan di dalam lapangan tanpa terkecuali dan hanya ada juri, korlap  dan petugas keamanan dilapangan. Di sini Mr.Priyo Sutrisno memastikan bahwa di Piala Pasundan ini ingin menyuguhkan suasana lomba dengan tensi yang lebih dingin, artinya dengan tidak adanya dokumentasi terutama video di lapangan saat tiket utama  dapat menekan terjadinya protes yang berlebihan dari pemain lewat video dengan menggunakan jasa para youtuber  dengan iming iming imbalan yang tidak seberapa, dengan begitu juri yang bertugas bisa lebih lepas dan konsentrasi dalam penilaian tanpa ada tekanan dari pihak manapun termasuk kamera dari youtuber.

Strategi dikelas murai batu Rp. 5jt dan Rp. 3 jt

Priyo Sutrisno juga tepati janjinya, RGN selama ini identik dengan lomba besar yang yang sering selesai larut malam, kali ini pentolan Radja Company ingin menghapus image dengan pandangan seperti ini, tepat pukul 18:00 Mr. Priyo Sutrisno langsung menginstruksikan untuk menghentikan lomba dengan sisa 2 kelas di lapangan A, 2 kelas dilapangan B, 1 kelas dilapangan C dan 2 kelas dilapangan D dan sisa tiket yang gagal di mainkan di kembalikan utuh kepada pemain.

“Saya ingin di Piala Pasundan IV ini bisa memberikan kesan tersendiri kepada pemain, saya tidak ingin gelaran saya dirusak oleh segelintir orang yang tidak bertanggung jawab mengingat untuk mengadakan lomba berskala besar di masa pandemi ini sangatlah sulit dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit, pro dan kontra di setiap keputusan pasti ada dan semoga Piala Pasundan IV ini bisa di jadikan contoh untuk event nasional serupa di setiap daerah di indonesia” tutup Priyo Sutrisno kepada agrobisburung.com di lapangan. AB-AGU/end

Tinggalkan Komentar

Advertisement