Defri Eyaka Cirebon Pengorbit Burung Potensial Hingga Berprestasi di Level Nasional & Sukses Catatkan Sejumlah Transaksi Fenomenal
Bermunculannya burung perkutut jawara di pentas nasional, baik lomba besar, liga-liga wilayah se-Indonesia hingga event bergengsi LPI, tak lepas dari peran seorang pengorbit handal. Kungmania yang mendapat julukan “pemandu bakat” burung potensial ini ada yang sekedar hobi, ada pula yang murni bisnis hingga merangkap sebagai perawat handal.
Defri Eyaka Cirebon










CIREBON, agrobisburung.com – Bermunculannya burung perkutut jawara di pentas nasional, baik lomba besar, liga-liga wilayah se-Indonesia hingga event bergengsi LPI, tak lepas dari peran seorang pengorbit handal. Kungmania yang mendapat julukan “pemandu bakat” burung potensial ini ada yang sekedar hobi, ada pula yang murni bisnis hingga merangkap sebagai perawat handal.









Defri Eyaka adalah salah seorang diantaranya. Kungmania asal Cirebon, Jawa Barat ini terbilang pemain yang baru aktif 10 tahun terakhir di arena konkurs nasional. Saat baru aktif beberapa tahun, ia tergolong pemain yang bisa cepat beradaptasi dan mempermudah jalan menuju prestasi. Sambil merintis ternak sendiri, ia juga lebih banyak aktif menjadi pemandu bakat handal. Mengoleksi burung-burung potensial yang masih piyik untuk kemudian diorbitkannya hingga berprestasi.







Semakin banyak pengalaman di arena konkurs, Defri pun semakin piawai dalam mengorbitkan burung-burung berbakat. Sampai pada akhirnya, kini Defri dikenal sebagai pengorbit burung juara nasional. Banyak burung hasil orbitkannya eksis di podium juara lintas blok. Bahkan, tidak sedikit tembus level nasional LPI. Setidaknya sejak 5 tahun terakhir ini sudah puluhan burung yang berhasil ia orbitkan.



Tercatat, sejumlah transaksi spektakuler burung jawara LPI tidak lepas dari “sentuhan magis”-nya. Sebut saja, Mandalika (Magnum) dan Superman (ShaSha), dua burung legenda yang dikawal diawal kiprahnya hingga berujung proses transaksi “kelas kakap” dan sukses mencatatkan prestasi fenomenal bersama pemiliknya di pentas nasional.
Kemudian, nama-nama lain yang tak kalah mentereng prestasinya juga tak lepas dari “tangab dingin”-nya. Diantaranya, Lamborgini (YDTR), Gladiator (TMC), Adi Putro (Putra Mandiri), Moderator (SH), Spiderman (ShaSha), Super Deal (ShaSha, Ken Arok (ACC), Angin Timur (Palem), Lapindo/Presiden (CMM), Opo Onone (ShaSha), Jaguar (Atlas), Kopasgat/Sultan Fatih (Palem), Al Hadid (TKK), Portugal/Bintang Alami (Palem), Wisanggeni (WS), Merah Putih (ShaSha), Gembala (HIN), Dua NAGA (TMC9, Supersonic (ShaSha), Bangron (ABC), Jagad Raya (Palem), Nusa Indah (IBO), Kapten (SH), Kusumo (Cakrawala), dan Singo Barong (Bintang Agung).
Nama-nama tersebut sukses membuktikan kualitasnya di arena konkurs lintas blok, baik liga-liga di wilayah Jawa maupun event nasional LPI. Meski sudah berada ditangan pilikmya, Defri masih selalu mengawal perjalanan prestasi burung-burung tersebut. Baik secara langsung di lapangan maupun sekedar posting raihan prestasinya di media sosial Facebook.
Tinggalkan Komentar










Tinggalkan Komentar