Balaraja Moncer di Tengah & Singo Barong Melesat di Timur, Jebolan Terkini Bintang Agung BF Bandung Sukses Tunjukkan Kelasnya
Seperti yang diungkapkan Sintabrata pada awal tahun 2026 lalu, “Tahun ini saatnya Bintang Agung”. Tak berlebihan memang. Karena kenyataannya demikian. Memasuki pertengahan tahun 2026, sejumlah burung jebolan terkini dari markas Bintang Agung BF Bandung mulai bermunculan di arena konkurs lintas blok. Dua diantaranya diwakili Balaraja di Tengah dan Singo Barong di Timur. Keduanya sudah dipegang pemiliknya masing-masing usai transaksi fantastis pada awal tahun.
Singo Barong bersama RM Team Pamekasan, debut gemilang raih runner-up di Liga Pamekasan










BANDUNG, agrobisburung.com – Seperti yang diungkapkan Sintabrata pada awal tahun 2026 lalu, “Tahun ini saatnya Bintang Agung”. Tak berlebihan memang. Karena kenyataannya demikian. Memasuki pertengahan tahun 2026, sejumlah burung jebolan terkini dari markas Bintang Agung BF Bandung mulai bermunculan di arena konkurs lintas blok. Dua diantaranya diwakili Balaraja di Tengah dan Singo Barong di Timur. Keduanya sudah dipegang pemiliknya masing-masing usai transaksi fantastis pada awal tahun.









Balaraja di-take over Henry Atlas Semarang akhir tahun 2025 lalu saat bertemu di LPI Kejurnas Cup Bekasi. Waktu itu usianya baru 2 bulanan. Balaraja dua kali tampil di kelas piyik yunior di blok Tengah. Mengawali debutnya di Liga Perkutut Salatiga #3 (10/5/26), Balaraja meraih juara 1 piyik yunior. Kemudian, di Liga Pantura Pekalongan (17/5/26), Balaraja meraih juara 3 piyik yunior. Dua kali tampil, selalu tembus papan atas.







Sedangkan Singo Barong milik H. Yazid RM Team Pamekasan yang dikawal Apunk Damara, mengawali debutnya dikelas kerekan full dengan gemilang. Meski masih muda namun prestasinya langsung melesat. Turun di Liga Perkutut Pamekasan, Sabtu (23/5/26), Singo Barong tampil menjanjikan dengan meraih runner-up dikelas piyik bebas. Bahkan, Singo Barong nyaris menjadi yang terbaik. “Singo Barong dapat 3 warna hitam usulan dibabak kedua dan ketiga. Nyaris cetak 4 warna, gagal karena ada noklak. Maklum, masih proses transisi (peralihan) dari piyik hanging langsung ke piyik bebas,” jelas Apunk Damara.




Ya, setelah di-take over dari Defri Eyaka Cirebon pada awal April lalu saat masih usia 5 bulan, ini adalah penampilan perdananya di kelas piyik bebas. Ketika masih dipegang Defri Eyaka bernama Singo Bukit dan meraih juara 1 Liga Kopi Luhur Cirebon. “Singo Barong sekarang usianya baru 6 bulan lebih menuju 7 bulan. Masih muda, tapi karena saya liat kemampuannya bisa bersaing di kerekan full. Keluar mewahnya dan ujung istimewa. Makanya langsung saya coba di kelas piyik bebas,” tambahnya.
Selanjutnya, Balaraja dan Singo Barong akan disiapkan tampil di gelaran nasional LPI #3 Sampang, Madura pekan depan. Balaraja kembali meramaikan persaingan di kelas piyik yunior, dan Singo Barong bertarung di kelas piyik bebas. Bahkan, rencananya Singo Barong akan langsung dimainkan dikelas dewasa di LPI #4 Cirebon, nanti.
Balaraja maupun Singo Barong adalah produk terkini Bintang Agung BF Bandung. Menurut Sintabrata Bintang Agung, keduanya berasal dari kandang 1 namun beda tempat dan indukan. Balaraja dari BA K.1 (Toko) dengan indukan jantan Tak Nyana dan betina BA K.2. Sementara Singo Barong berasal dari BA K.1 (Kandang Baru) dengan jantan BA K.15 dan betina Ostama.
BACA JUGA BERITANYA :
Tinggalkan Komentar










Tinggalkan Komentar