Loading Posts...

Advertisement

      

Jakarta Team Tangguh, KungMilenial Tasik Beraksi, Kresna & Bidadari Eksis, Super Jendral Ngorbit di Konkurs Pengda Cup Majalengka 

MAJALENGKA, agrobisburung.com – Gelaran konkurs Pengda Cup Majalengka di lapang Djaber’s BF Bukit Cikamarang, Kab. Majalengka, Minggu (3/10/21), menjadi moment indah bagi kungmania Tanah Air, khususnya blok Barat. Usai PPKM dimasa pandemi covid-19, ini menjadi gelaran konkurs bergengsi pertama di Jawa Barat, yang mempertemukan kembali jago-jago dari berbagai blok. Hal itu dibuktikan dengan jumlah total 8 blok gantangan yang tersedia terisi full. Ini mengindikasikan kembali bergairahnya dunia hobi perkutut Tanah Air. “Alhamdulillah, terimakasih atas partisipasi dari semua kungmania yang hadir. Mohon maaf jika masih ada kekurangan. Lomba berjalan aman, lancar dan tetap menjaga protokol kesehatan,” ujar H. Nono Ganesha, panitia pelaksana dari P3SI Pengda Majalengka.

Para juara dewasa bebas.

Juara 1 & 2 dewasa bebas, besutan Billah Bagus Jakarta.

Jakarta Team menjadi salah satu tim tamu yang kembali berjaya di gelaran kali ini. Khususnya di kelas dewasa bebas, jago-jago dari  Kota ini berhasil menguasai papan atas. Podium pertama ditempati Libanon (Bagus) milik Mustakim Jakarta, dan kedua ditempati Raja Tega (Sha-Sha Difa) milik Yudiz Jakarta. Penampilan Libanon memang istimewa. Di babak pertama Libanon kurang kerja, dan baru babak kedua mulai gass hingga babak akhir. Sedangkan Raja Tega yang menempel sejak babak awal akhirnya tertinggal oleh Libanon setelah babak akhir kurang bunyi. Yang menarik, kedua burung ini merupakan besutan “tangan dingin” Billah Bagus Jakarta, yang dikenal piawai mengorbitkan jawara.

Aceng GIA, Kresna stabil di kelas dewasa bebas.

Para juara piyik yunior.

Generasi milenial belakangan ini juga punya tempat tersendiri di pentas perkutut Tanah Air. Tak terkecuali di Jabar, tidak sedikit yang aktif langsung mulai di kandang hingga lapangan. Seperti yang ditunjukkan Budi Artis Palem dan Robby Warna Agung, dua “KungMilenial” asal Tasikmalaya. Budi yang dipercaya sebagai panglima perang Palem Team, kembali berhasil menghantarkan Bidadari sebagai juara pertama di kelas hanging. Ini merupakan kali kedua Bidadari moncer ditangan Budi, setelah debutnya di Gebyar New Normal juga menempati podium pertama. Di kalas pemula ini, Bidadari tampil mempesona dan stabil dengan raihan 3 warna rata diempat babak. Bidadari berhasil menguasai persaingan dengan para seterunya, seperti Kaisar (Sazkia), Alfa Dinar (Bima Putra), Jembar (TMC) dan Parikesit (Satelit).

Robby Warna Agung, orbitkan Super Jendral.

Di kelas piyik yunior, Super Jendral produk terkini Warna Agung BF Tasikmalaya yang dikawal Robby, berhasil menjadi yang terbaik usai mengatasi perlawananan burung-burung tangguh di kelas kerekan setengah tiang yang terisi full tiga blok ini. Super Jendral tampil stabil dengan raihan bendera tiga warna dan tiga warna hitam. Diposisi kedua ditempati Diva (Biola), andalan anyar Hartono Cirebon.  Kemudian peringkat berikutnya diisi Idolaku (STP), Rock N Roll (Long Champ), Si Jali-Jali (KRS), Senandung Rindu (Elsa) dan Nuraos (Prosper 1234).

Para juara piyik hanging.

Budi Artis Palem, Bidadari kembali mempesona.

Eksistensi masih ditunjukkan beberapa burung mapan diberbagai kelas. Diantaranya, Kresna (GIA) milik Aceng GIA Bandung, yang menempati posisi ketiga setelah dua jagoan Ibu Kota yang merajai kelas dewasa bebas. Ini berarti Kresna masih yang terbaik di Jabar, setelah merebut juara pertama aaat mengawali debutnya di Gebyar Garut (26/9). Begitu juga Idolaku (STP) milik Kiki/Iwa Bandung, yang meraih juara 3, Rock N Roll (Long Champ) milik Iwan Mahkota Banyumas juara 4, serta Senandung Rindu (Elsa) milik H. Mulya Garut juara 6, dan sebelumnya tampil memukau di kelas piyik yunior Gebyar Garut. Sementara di kelas hanging, Parikesit (Satelit) milik Otang Bandungp dan Alfa Dinar (Bima Putra) milik H. Dudung Purwakarta. AB-AMA

The Jarwo’s Team, Idolaku masih di jalur juara.

Tinggalkan Komentar

Advertisement