Loading Posts...

Advertisement

  

      

Part one : Pengda Se-Madura Sepakati Sanksi Berat Buat Oknum Juri & Peserta yang Indisiplin, Dewas “wajib” Jadi komponen Lomba

BANGKALAN, agrobisburung.com – Tiga rentetan indisiplin peserta yang masuk lapangan dan juga adanya indikasi “juri bermain” di blok timur selama sebulan terakhir benar benar membentuk opini yang mengelitik banyak “pemerhati” hobi perkutut yang juga Kungmania Indonesia, terutama dari kungmania di Madura untuk mencari solusi. Pengurus Pengwil P3SI, Pengurus Pengda Se-Madura & ketua juri se-Madura, Tokoh, Peserta & Panitia se-Madura pada Kamis (15/10) bertempat di Cafe Aladin Bangkalan mengelar silaturahmi “New Normal” masa depan Perkutut Madura.

ACARA SILATURAHMI KUNGMANI , PENGURUS PENGWIL JATIM, PENDA SE-MADURA SUKSES

Acara silaturahmi yang di prakrasasi R H Moch. Mahmud, ketua pengda Bangkalan ini sebagai wujud kepeduliannya untuk memajukan perkutut di Madura berjalan interaktif. Hadir dalam acara tersebut ketua pengwil Jatim H Gunawan, Wakil ketua pengwil Jatim H Kamil HK beserta pengurus pengwil, ketua korda se Madura, ketua bidang kejurian pengda se Madura dan korp juri P3SI Se-Madura serta beberapa tokoh perkutut di Madura.

PIMPINAN ACARA SILATURAHMI

Sebagai pemanasan acara silaturahmi ini dibuka dengan penyampian dari masing masing ketua pengda se- Madura (Bangkalan, Sampang , Pamekasan & Sumenep) yang secara gamblang di ungkap di acara tersebut. Secara interaktif juga ketua pengwil, wakil ketua pengwil dan juga ketua juri pengwil jatim yang dimoderatori RB Halim menjawab dan menanggapi banyak persoalan, uneg-uneg yang disampaiakan oleh peserta silaturahmi. Namun karena acaranya terlalu normatif, RA Mahmud meminta interupsi bahwa maksud dan tujuan acara ini adalah untuk mencari solusi akan beberapa kejadian yang sudah terjadi antara peserta dan juga juri dalam kegiatan lomba. “Interupsi, ketua saya rasa arah acara ini belum menyentuh maksud dan tujuan kita berkumpul di Bangkalan. Silahkan kepada semua yang hadir bisa memberikan masukan informasi serta apa aja untuk tujuan berkumpul. Kita bisa open di sini, namun hati kita harus tetap dingin,” ujar Ra Mahmud.

H KAMIL SAAT MEMBERIKAN TANGAPAN KEPADA PESERTA SILATURAHMI

Setelah interupsi RA Mahmud, acara silaturahmi mulai berbobot para ketua pengda, ketua juri pengda se-madura serta juri juri menyampaikan beragam pendapat yang menghidupkan suasana. Seperti tanggapan dari ketua pengwil Jatim berkaitan dengan penangungjawab kegiatan latber bahwa latber itu pelaksananya adalah pengcam dan pengcam sebagai panitia berkewajiban melaporkan kegiatannya kepada pengda yangditeruskan ke pengwil sebagai tembusan.

SUASANA ACARA SILAHTURAHMI KUNGMANIA MADURA

Sementara RB Halim yang menjadi ketua dewas (dewan pengawas) Madura juga memberikan tanggapan tentang posisi sebagai seorang dewan pengawas akan membela dua duanya dalam arti bahwa ketika ada peserta yang kurang puas menjadi bahan catatan/laporan dirinya akan kinerja juri yang bertugas. Begitu juga dirinya akan mengawasi semua prilaku peserta saat menjoki berlomba semua juga akan di catat sebagai laporan kegiatan lomba. “Saya berusaha untuk tidak membela peserta ataupun juri dengan posisi sebagai Dewan Pengawas maka dirinya akan melakukan tugas pengawasan di semua kelas yang dilombakan. Nanti ketika adalah masalah/kejadian menonjol bisa diverifikasi dengan laporan dengan pengawas dan jika da pemberlakukan sanksi tentu itu menjadi tanggung jawab Pengda masing-masing,” kata RB.Moh.Halim salah satu mentor penjurian Indonesia.

PEMAKRASA ACARA SILATURAHMI KUNGMANIA MADURA

H Arif, ketua penjurian Pamekasan memberikan masukan dari hasil rapat bersama juri Pamekasan bahwa panitia hendaknya memanage blok yang akan di pakai kegiatan lomba. Sebisa mungkin Jumlah setiap blok harus sesuai aturan agar kinerja juri bisa optimal, sebab selalu ada blok lomba yang tidak standar (melebihi 42 gantangan). Masalah sanksi juri sudah jelas ada aturan yang sudah di tetapkan AD/ART lewat surat edaran dan ini harus dijalankan. Masalah keamanan perlu selalu diperhatikan saat lomba

Siswoko Raharjo, ketua juri pengda Bangkalan juga kembali mengusulkan bahwa setidaknya fungsi dewan pengawas wajib di pakai di setiap lomba dan di Bangkalan khususnya sudah diterapkan. Sementara di setiap kegiatan lomba/latber penempatan dan penugasan juri di dasarkan kemampuan walaupun jurnas sekalipun jika kinerjanya kurang cakap maka bisa jadi juri penilai.

Sementara H Kamil juga memberikan pencerahan bahwa di lomba semua kompenennya terutama juri dan peserta itu perlu dicermati bersama sama saat di lapangan. Juri itu ada yang bagus ada yangkurang kinerjanya, pun demikian dengan peserta ada yang fair dan tidak fair saatberlomba, namun setidaknya ketika kita sama sama saling mengerti dan kita mau berbenah semuanya jadi jangan takut.

Dan menimbang semua masukan dan usulan saran dan lain sebagainya H Gunawan Amuse memberikan keputusan bahwa mulai minggu depan jika ada kegiatan lomba semua pelanggaran akan diterapkan sanksi sesuai AD/ART. Usulan dewan pegawas untuk dipakai di semua lomba di wilayah pengwil Jatim akan dilaksanakan dan berbagai rumor dan kejadian sebelum acara silaturahmi langsung di close. “Kita sudah menerima masukan, saran, kritik dan lain sebagainya dari semua yang hadir di sini. Saya harap apa apa yang sudah terjadi sebelum acra ini kita anggap selesai dan mulai pekan depan kita harapkan penegakan akan berbagai pelanggaran bisa diselesaikan dengan bijak oleh masing masing pengda se-Madura. Karena aturan dan kesekatan sudah kita buat,” kata H Gunawan mencairkan suasana.

Pastinya dari resume acara silaturahmi ada banyak poin poin yang diambil berkaitan dengan masalah masalah yang beberap akali terjadi. Semuanya sudah disepakai oleh Pengda Se-Madura bahwa Sanksi Berat Buat Oknum Juri & Peserta yang Indisiplin atau melanggar dan setiap lomba Dewas (dewan pengawas) “wajib” Jadi komponen di setiap Lomba. Dan untuk Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi)  dari dewan pengawas akan dibahas dalam pertemuan berikutnya. AB-END

Tinggalkan Komentar

Advertisement