Deep Sea Orbitan Anyar Akian Jakarta “Mutiara Terpendam” dari Markas HAAS BF Cirebon, Ditangan Perawat Handal Billah Rafzia Moncer di Jabodetabek & Jabar
HAAS Bird Farm adalah salah satu peternak senior di Cirebon, Jawa Barat, yang tetap menjaga eksistensinya di dunia hobi perkutut sejak era 90-an hingga saat ini. Sempat mencetak perkutut jawara nasional LPI bernama Irama Agung dan moncer di era 2011-2013. Lahir dari salah satu kandang unggulan yang diberi nama Ingu dan melegenda hingga saat ini. H. Abdul Azis Syah selaku pemilik HAAS BF juga tetap konsisten dalam mencetak generasi burung siap lomba dan hampir setiap tahun mengorbitkan jawara di lintas blok. Kali ini, dari markas HAAS BF kembali muncul “Mutiara Terpendam” yang prestasinya tengah dipuncak. Yakni, Deep Sea milik Akian Jakarta.
H. Abdul Azis Syah (kiri) HAAS BF & Billah Rafzia perawat handal sukses moncerkan Deep Sea.










CIREBON, agrobisburung.com – HAAS Bird Farm adalah salah satu peternak senior di Cirebon, Jawa Barat, yang tetap menjaga eksistensinya di dunia hobi perkutut sejak era 90-an hingga saat ini. Sempat mencetak perkutut jawara nasional LPI bernama Irama Agung dan moncer di era 2011-2013. Lahir dari salah satu kandang unggulan yang diberi nama Ingu dan melegenda hingga saat ini. H. Abdul Azis Syah selaku pemilik HAAS BF juga tetap konsisten dalam mencetak generasi burung siap lomba dan hampir setiap tahun mengorbitkan jawara di lintas blok.









Kali ini, dari markas HAAS BF kembali muncul “Mutiara Terpendam” yang prestasinya tengah dipuncak. Yakni, Deep Sea milik Akian Jakarta. Tiga kali tampil di kelas piyik bebas, Deep Sea langsung mencuri perhatian publik perkutut Jabodetabek dan Jabar. Penampilannya stabil dengan kualitas suara yang mumpuni. Deep Sea berazL dari pasangan indukan trah jawara, yaitu dari kandang HAA N.777 (Pujangga K. GGG Relawan x Palem SK 333).







Mengawali debutnya di Ladini Reboan Nusa Bogor (6/5/26), Deep Sea yang dikawal Billah Rafzia Jakarta, meraih juara 3 dewasa bebas. Berlanjut ke Liga Perkutut Jabar Berkibar (LPJB) #3 Sumedang (10/5/26), Deep Sea meraih juara kedua piyik bebas. Sepekan kemudian, Deep Sea kembali membuktikan kualitas terbaiknya dengan menjadi yang terbaik piyik bebas Liga Batavia #4 Serang, Banten (17/5/26).



Setidaknya, pada tiga kali penampilan awal kiprahnya di arena konkurskbtas blok, Deep Sea sudah membuktikan kualitasnya tak bisa diremehkan. “Mutiara Terpendam” itu nyata adanya. Kenapa disebut “Mutiara Terpendam”, karena burung ini sudah ada bakat istimewanya sejak usia masih piyik. Namun baru moncer diusia dewasa. Ya, bisa dibilang telat ngorbit. Tapi lebih baik terlambat, yang penting hasilnya memuaskan.
Menurut H. Azis, burung sudah ada di Koh Akian Jakarta sejak masih piyik, lebih dari setahun lalu. Bahkan, belum pernah turun di kelas piyik hanging dan piyik yunior walaupun bakatnya sudah ada. Jadi langsung diturunkan di kelas kerekan full tiga pekan terakhir ini. Berada ditangan yang tepat, dirawat Billah, burung bisa tampil maksimal dan berprestasi. “Karena burung tidak ada yang merawat, cuma ditaruh diumbaran saja, padahal waktu dilatih-latih burung sudah menunjukkan kelasnya. Banyak yang telpon ke saya, kasih info bahwa ada burung HAAS yang potensial kelas lomba, punya Koh Akian. Aluamduliolah, setelah dirawat Mas Billah, burung bunyi maksimal. Terimakasih kepada Mas Billah sudah membantu merawat Deep Sea menjadi berprestasi,” ungkap H. Azis.
H. Azis melanjutkan, memang baru-baru ini burung dipegang Billah. Karena banyak yang menyarankan agar burung dirawat secara intensif. Karena kualitasnya mumpuni dan stabil. “Burung insyaallah mampu ke dewasa. Tinggal mengasah kemampuan dan banyak jam terbang,” pungkasnya.
Tinggalkan Komentar










Tinggalkan Komentar