Hendry WAT Terpesona Kualitas Suaranya, Jawara Adiwangsa (Nadaman) Orbitan Anyar Andy Vermont BSD Ditransfer dengan Mahar Fantastis
Kolaborasi antara Andy BSD dengan Billah Rafzia Jakarta membuahkan hasil positif. Vermont BF sebagai peternak dan Billah sebagai pemoles burung potensial “bertangan dingin”, sukses mengorbitkan burung jawara yang bernama Nadaman. Mengawali debutnya, Nadaman yang kini berganti nama menjadi Adiwangsa langsung membuktikan kualitasnya di gelaran THR Juri Cup Bekasi (1/3/26). Turun di kelas kerekan full piyik bebas, Adiwangsa menjadi yang terbaik. “Adiwangsa baru dipegang saya 3 pekan sebelum lomba. Pertama kali turun langsung juara. Alhamdulillah,” ungkap Billah. Sampai akhirnya juga membuat Hendry WAT Tasikmalaya penasaran. Lanjut mengajukan penawaran dan negosiasi alot, akhirnya deal. Pada awal Lebaran 2026 kesepakatan terjadi. Adiwangsa pun ditransfer dengan mahar fantastis.
Hendry WAT (kiri) & Andy Vermont (baju merah) Plus Billah










JAKARTA, agrobisburung.com – Kolaborasi antara Andy BSD dengan Billah Rafzia Jakarta membuahkan hasil positif. Vermont BF sebagai peternak dan Billah sebagai pemoles burung potensial “bertangan dingin”, sukses mengorbitkan burung jawara yang bernama Nadaman. Mengawali debutnya, Nadaman yang kini berganti nama menjadi Adiwangsa langsung membuktikan kualitasnya di gelaran THR Juri Cup Bekasi (1/3/26). Turun di kelas kerekan full piyik bebas, Adiwangsa menjadi yang terbaik. “Adiwangsa baru dipegang saya 3 pekan sebelum lomba. Pertama kali turun langsung juara. Alhamdulillah,” ungkap Billah.









Sementara itu, Andy Vermont mengungkapkan rasa bangganya terhadap burung andalannya tersebut yang meraih prestasi terbaik di Bekasi kemarin. “Kelihatan dengan adanya pemilihan burung terbaik pilihan juri lebih membuat peserta seperti memiliki kebanggan tersendiri,” ujar Andy.







Penampilan memukau Adiwangsa di Bekasi langsung mencuri perhatian Kungmania, baik yang menyaksikan langsung aksinya maupun yang mendengar informasi dari lapangan. Sampai akhirnya juga membuat Hendry WAT Tasikmalaya penasaran. Lanjut mengajukan penawaran dan negosiasi alot, akhirnya deal. Pada awal Lebaran 2026 kesepakatan terjadi. Adiwangsa pun ditransfer dengan mahar fantastis.




Di pentas perkutut nasional yang digelutinya sejak era 90-an, selama ini Hendry WAT dikenal sebagai pemain senior yang “banyak makan asam garam”. Tentunya tidak akan sembarangan memilih burung potensial lomba. Begitu pun saat memilih Adiwangsa. Ia punya penilaian khusus dalam memilih burung yang sesuai kriterianya. “Menurut saya ini burung iramanya mewah sekali. Luwes dan ‘gak maksa (natural) bunyinya. Enteng-enteng tapi dalam dan termasuk burung aman. Pukulannya sadis, bisa bikin KO,” jelasnya.
Sementara ini, lanjut Billah, Adiwangsa akan terus melanjutkan kiprahnya di arena lomba. “Ya, sementara masih saya pegang dan terus dilombakan. Sudah didaftarkan ke LPI #1 Madiun, 11-12 April nanti,” katanya.
Adiwangsa merupakan produk Vermont BF BSD yang lahir dari salah satu kandang unggulan, Vermont K-VW (Nada K-8.A x HK K-2B). “Bapaknya trah Gajah Mada (TP) dan ibunya trah Superman (ShaSha),” pungkas Billah.
Tinggalkan Komentar










Tinggalkan Komentar