Ini Lho Kunci Sukses Hamid Jupiter Surabaya Bisa Mencetak Burung Jawara Yang Handal Di Lapangan
Bagi Hamid Jupiter hobi perkutut adalah bagian penting dalam kesehariannya, selalu disiplin untuk mengurusi kandang ternaknya dan juga selalu selektif dengan piyik piyik yang baru dihasilkan. Dengan pengalaman breeding yang matang, Hamid Jupiter juga menjadi salah satu peternak di Indonesia yang memiliki basicblood kuat dalam mengembangkan trah trah terbaik saat ini. Tidak hanya itu, fanatisme terhadap produk peternak lain untuk bahan crossing juga dia lakukan demi untuk “mencetak” burung istimewa seperti yang kungmania lihat di lapangan, setidaknya ada fakta di lapangan dua produk hebatnya di tangan Cokro Hindoyo Lombok di lapangan menjelma menjadi burung yang raihan nilainya bisa menyentuh koncer 4 warna bersama Sihir & Brewok. Dan yang perlu di catat juga bahwa koncer 4 warna tersebut dapat pengakuan dari dewan juri dan juga peserta yang ikut memantau.
Jawara Brewok tampil luar biasa










SURABAYA, agrobisburung.com – Bagi Hamid Jupiter hobi perkutut adalah bagian penting dalam kesehariannya, selalu disiplin untuk mengurusi kandang ternaknya dan juga selalu selektif dengan piyik piyik yang baru dihasilkan. Dengan pengalaman breeding yang matang, Hamid Jupiter juga menjadi salah satu peternak di Indonesia yang memiliki basicblood kuat dalam mengembangkan trah trah terbaik saat ini. Tidak hanya itu, fanatisme terhadap produk peternak lain untuk bahan crossing juga dia lakukan demi untuk “mencetak” burung istimewa seperti yang kungmania lihat di lapangan, setidaknya ada fakta di lapangan dua produk hebatnya di tangan Cokro Hindoyo Lombok di lapangan menjelma menjadi burung yang raihan nilainya bisa menyentuh koncer 4 warna bersama Sihir & Brewok. Dan yang perlu di catat juga bahwa koncer 4 warna tersebut dapat pengakuan dari dewan juri dan juga peserta yang ikut memantau.










Pengembangan trah trah indukan terbaik selama 30 tahun memang bukan sekedar perjalanan waktu biasa, penuh suka dan duka yang harus dilewati Hamid Jupiter. Ceritapun sama dengan pengalaman kebanyakan peternak dalam usahanya mencetak produk terbaik, namun kelihaiannya mengolah dengan cermat menjadi kelebihan pemilik Jupiter Bf Surabaya. Salah satu yang mungkin sulit ditiru breeder lainnya bahwa pengembangan breeding Jupiter BF itu sudah menyetuh F5 (Filial/fase generasi ke-5 dalam ilmu breeding)









Dalam ilmu breeding F-5 merupakan salah satu fase puncak hasil pesilangan antara dua indukan tetua, dimana siklus ini dimulai dari persilangan awal (F1) hingga mencapai galur terbaik/murni (inbreed line). Disinilah sifat sifat unggul yang diinginkan dihasilkan, secara kualitas semuanya sudah sangat stabil. Diawal breeding, Hamid Jupiter sudah memahami dua sifat indukan yang akan dicrossing hingga menghasilkan anak/keturunan pertama (F-1) dimana rata rata hasil breeding bersifat mewarisi gabungan genetik dua indukannya.




Di tahap F-2 sampai F-4 inilah yang menjadi penentunya, disinilah generasi lanjutan mulai terpilah pilah, saat crossing dilakukan begitu banyak pilihan. Bisa tetap mengembangkan genetik baru (trah indukan baru) atau dipilih yang terbaik untuk dibreeding kembali. Karena pada fase ini trah turunannya pasti memiliki variasi sifat/karakter yang sangat acak, sehingga para breeder melakukan seleksi hasil breeding secara ketat. Nah pada fase F-5 dalam ilmu breeding, peternak akan mulai mendapatkan keragaman sifat yang diinginkan, ditahap ini hasil breeding menjadi sangat stabil.

Generasi F5 dalam breeding itu sangat penting karena peternak akan mendapatkan galur breeding terbaik/murni, baik secara kualitas suara dan genetikanya. Di fase F5, peternak membentuk karakter suara/fisik serta sifat bawaan (fenotipe) sudah bisa dipetakan dan keunggulan ini sudah klik bisa diwariskan secara lebih pasti ke generasi berikutnya di hasil breeding. Nah sinilah generasi terbaik dan unggul bisa terlihat/dihasilkan, sifat, karakter dan juga mentalnya menjadi sangat unggul.
Ini mungkin yang membedakan banyak para peternak, walaupun sudah lama breeding namun fase breedingnya tidak “tertata” tentu sulit bisa mencetak burung burung ciamik. Dan Hamid melakukan itu sejak awal breeding, setidaknya salah satu basicblood (trah Thosiba & Trah Gold Star) cetakannya butuh waktu kurang lebih sepanjang 5 tahun untuk mencapai F5 dalam beternak.
Namun Hamid Jupiter mengingatkan bahwa kejelian kungmania saat memantau hasil breding yang dikembangkan perlu melihat kualitas yang dihasilkan. Setidaknya burung bagus itu terlihat dari suara nya, sekali bunyi saja atau sekali bunyi lalu balas balas karena penilaian lomba saat ini burung harus bisa mencapai 3,5,7 (Dewasa) atau 2,4,6 (Piyik bebas) untuk bisa disebut burung ciamik.
Tinggalkan Komentar










Tinggalkan Komentar