Loading Posts...

Advertisement

     

A3T BF Bandung, Fokus Lagi di Perkutut, Eh… Puter Pelung Moncer Duluan

BANDUNG, agrobisburung.com Taufiq Zoebaidi adalah salah seorang pemain lawas perkutut di Jawa Barat. Sudah aktif sejak era 90-an, namun sempat beralih ke hobi lain seperti ayam Bangkok, dan merpati balap. Beberapa tahun terakhir ini Taufiq kembali eksis didunia perkutut. Bersama adiknya *Yana Mulyana* mengusung nama A3T Bird Farm, bermarkas di Rancaekek, Kab. Bandung. Disini terdapat puluhan kandang perkutut dengan materi indukan pilihan terkini.

Taufiq (kanan) dan adiknya Yana Mulyana di depan kandang A3T BF.

Di samping mulai eksis lagi didunia perkutut, Taufiq juga mencoba mengembangkan puter pelung lomba. Karena dimasa pandemi covid-19 dua tahun belakangan ini, hobi puter pelung sedang booming. Banyak pemain perkutut seperti dirinya yang juga sambil main puter pelung. Sejak mulai kembali booming pada tahun 2016 lalu sebetulnya Taufiq sudah memulainya. Tapi hanya sebatas iseng saja. Karena saat itu ia sedang mempersiapkan untuk kembali serius menekuni dunia perkutut lagi.”Hanya iseng-iseng saja, saya siapkan 20-an kandang untuk puter pelung,” ujar Taufiq.

Saat mulai booming 2016 lalu, ia ambil banyak materi indukan pilihan, diantaranya dari Golden BF Bandung. Setelah dikembangbiakkan, setahun kemudian banyak anakan A3T yang tersebar ke para pemain puter pelung diberbagai blok Tanah Air.

Nanang PMB, kawal Bima.

BIMA DIKAWAL NANANG PMB

Sekarang indukannya sudah dominan produk sendiri, yakni A3T x A3T. Sperti indukan Bima misalnya, bapak dan ibunya adalah produk A3T. Bima merupakan salah seekor produk A3T yag berhasil moncer di gelaran lomba di Jabar. Setelah mengawali debutnya di Garut (24/5) lalu, Bima kembali tampil menjanjikan di Tasikmalaya, pada gelaran Kopdar Kuwok Mania, Minggu (20/6).

Di Tasikmalaya, Bima bahkan tampil mengesankan sang pemiliknya, Nanang PMB Bandung. Menghadapi lawan-lawan berat dari blok Jabar dan Tengah, Bima berhasil meramaikan persaingan di kelas utama dan BOB. Di kelas utama babak pertama Bima langsug tancap gas dengan meraih nilai bendera 4 warna hitam. Begitu pun di babak kedua dan ketiga, Bima masih tampil konsisten dengan raihan 4 warna. Namun dibabak terakhir Bima hanya memperoleh bendera 3 warna hitam dan hanya kalah tipis dari sang juara. Bima pun harus puas berada diposisi runner-up.

Bima (286).

Bima kemudian diturunkan di kelas BOB. Hasilnya juga tidak mengecewakan. Di babak pertama dan kedua meraih bendera 4 warna, kemudian di babak ketiga dan ketiga meraih bendera 3 warna hitam. Akhirnya Bima finish diposisi ketiga kelas pamungkas. “Burung mulai stabil. Dua kali main bisa dua kali tembus 3 Besar. Alhamdulillah,” ujar Nanang PMB, yang mengawal Bima.

Menanggapi hasil yang diperoleh Bima, Taufiq pun mensyukurinya. Ia tak menyangka jika dari kandang puter pelung malah yang lebih duluan moncer di arena lomba. Dari kandang indukan Bima, kini Taufiq sedang menyiapkan generasi penerusnya. Begitu juga sekira 20, kandang indukan lainnya juga diharapkan akan lahir Bima-Bima berikutnya. “Bima awalnya burung saya kasih ke Henry Manila Bandung barter perkutut. Kemudian oleh Henry diover ke Nanang PMB barter dengan perkutut. Alhamdulillah, di tangan Nanang berhasil moncer,” ungkap Taufiq. AB-AMA

Tinggalkan Komentar

Advertisement