Loading Posts...

Advertisement

 

Gagal Raih Juara I Final LPJ Raja Mongol dan Sarmila Tetap Juara Liga Puter Jatim 2020

Surabaya, Agrobisburung.Com – Putaran terakhir (baca : final) Liga Puter Jatim (LPJ) memunculkan jawara-jawara baru bahkan yang sebelumnya tidak masuk di klasmen sementara perolehan poin LPJ 2020, seperti Zaskia milik Widiatmoko Kalsel meraih juara I kelas utama dan Juventus andalan Imam Sakir Sumenep juara I madya di final LPJ yang memperebutkan piala Bung Tomo di IBM Surabaya (15/11). Meskipun gagal meraih juara I tetapi Raja Mongol dan Sharmila tetap keluar sebagai juara LPJ selama putaran berlangsung.

juara utama I – V Final LPJ 2020
juara I-V final LPJ 2020 kelas madya

Raja Mongol andalan Jokotole Bangkalan meskipun hanya menempati juara II saat final namun tetap mendapatkan poin tertinggi dengan mengantongi 70 poin, sedangkan Samber Nyowo tidak turun sementara sebelumnya Arjuna yang menempetai posisi ke III tidak berkutik karena hanya masuk final diposisi ke 8 sehingga poinya hanya 37 harus puas di posisi kedua.

Juara VI-X final kelas madya LPJ 2020
juara XI – XV final utama LPJ 2020

Begitu juga Sharmila andalan Latif DLSWK meskipun saat final hanya masuk di posisi ke VI dengan modal awal 45 poin akhirnya total meraih 55 poin dan tetap bertahan mampu meraih juara kelas madya Liga Puter Jatim 2020. Sementara Lamborgini yang digadang gadang akan bersaing dengan Sharmilah terpaksa tidak diturunkan karena kondisinya kurang. 

Pemenang LPJ 2020
juara XI-XV kelas madya final LPJ Jatim

Final Liga Puter Jatim 2020 menjadi percontohan untuk lomba burung puter tanpa teriak, bahkan panitia memperketat, jika teriak dan menyebut nomor gantangan akan mendapat peringatan atau teguran jika terulang sampai ketiga kali langsung diturunkan dan didiskualifikasi. Kondisi ini benar benar diinginkan oleh ketua PPPPSI pusat maupun PPPPSI pengda Jatim. “Coba kalau tenang begini kan semua bisa mendengar,’ ujar Letkol CPM Didik Hariyadi sambil mengamati burung yang bunyi.

Peserta final LPJ 2020 foto bersama
ketua P4SI foto bersama dengan para juri yang bertugas di final LPJ 2020

Aturan final LPJ 2020 sangat ketat, saat registrasi harus mendaftarkan sesuai dengan ring yang dipakai burung, dan dilarang berteriak baik menyebut nama gantangan apalagi memanggil nama juri, ini untuk memaksimalkan kerja juri dan sebaliknya jika juri ketahuan main mata dengan peserta juri langsung dikeluarkan dari arena dan keputusan juri mutlak, dan burung yang juara langsung dicek nomor ringnya.

Koordinasi dengan panitia an juri oleh ketua P4SI
juara VI-X final utama LPJ 2020

Di partai final sebagai putaran penutup memang banyak burun baru turun ke LPJ, sehingga poin yang didapat tentu tidak mampu mengejar peraih poin tertinggi sebelumnya. Final LPJ selain mengantarkan Juventus milik Imam Sakir Sumenep juara I, juga mampu menempatkan posisi Brojo Mukti andalan Lucky Kandang Songo BF Madiun sebagai juara II, disusul Jabrik, Pangeran Sombu dan Naga Kecil.

Penancapan bendera favorit juara 1 utama

Begitu juga dikelas utama Zaskia milik Widiatmoko yang meraih juara I juga baru dibelinya dari Jokotole senilai Rp 60 juta di lokasi sebelum burung digantangkan, disusul Raja Moko, Vanessa, Bejo dan Jaguar. Untuk kelas utma yang turun banyak muka lama, sehingga memang kompetitornya sangat ketat, namun dengan kejelian juri dan dibantu beberapa koordinator akhirnya menghasilan keputusan yang final dan bisa diterima semua peserta.     

Persiapan peserta sebelum burung digantangkan

Widiatmoko ketua PPPPSI pusat menghimbau agar juri bekerja secara profesional tidak takut akan intimidasi peserta. Dalam kesempatan ini pemilik Rajamoko BF Kalimantan Selatan ini, menyampaikan agenda besar pada tahun 2021 akan digelar pemecahan MURI dengan lomba puter terbanyak yang akan melibatkan 1.000 ekor burung untuk berkompetisi dengan hadiah utama umroh ke tanah suci Makkah, tentu bagi agama lain akan disesuaikan dan disiapkan anggaran Rp 25 juta.

Diakhir acara Ketua PPPPSI pengda Jatim Letkol CPM Didik Hariyadi menyampaikan terima kasih karena peserta bisa tertib tidak teriak saat sesi lomba berlangsung. “Kalau ada satu dua masih batas toleransi dan begitu diingatkan juga patuh, sehingga tidak menggangu kinerja juri,” ujar Pria pemilik CPM bird farm. Membaca situasi belakangan dunia hobi puter pelung yang sempat membuat geram dan akan mengundurkan diri, kini berbalik bahkan menyatakan tetap maju dan bertahan sebagai ketua PPPPSI pengda Jatim asal pengurus pengcab masih menghendaki. AB-UTE

Tinggalkan Komentar

Advertisement