Loading Posts...

Advertisement

 

Terapkan Protokol Covid-19, Latber Restu Ibu Di Sumenep Antarkan Liensis Juara

SUMENEP, agrobisburung.com – Di era New Normal kini aktifitas masyarakat diharapkan dapat kembali seperti semula, hal ini juga terjadi pada dunia hobi burung Puter yang akhirnya kembali menggelar Latihan Bersama (Latber) Seni Suara Puter Pelung Tretan Restu Ibu Sumenep pada Sabtu(20/6). Latber yang menerapkan protokoler Covid-19 dengan mewajibkan semua peserta dan panitia tetap menggunakan masker, harus cuci tangan ; pakai hand sanitizer juga diterapkan social distancing jaga jarak antar peserta satu sama lainya.

Ketua P4SI pengda Jatim (kiri) bersama Decky ketua P4SI pengcab Sumenep
Para pemenang pemula dan utama Restu Ibu foto bersama

Lomba yang dilakukan pada malam hari ini mampu mengantarkan Liensis andalan H Hairul Anwar Klebun (Kepala Desa) Lembung Galis Pamekasan tampil sebagai juara I kelas Pemula. Hairul sendiri cukup puas dengan jagonya, selain dirinya sebagai pendatang baru di dunia Puter Pelung tetapi sudah berhasil menurunkan jagoanya untuk bisa menembus di urutan teratas. Diakui burung yang memakai ring Wal 161 yang menempati gantangan 12 ini baru dapat dari Agus Waluyo pemilik Wal BF Surabaya. “Ini yang membuat saya semakin semangat untuk memburu burung burung terbaik untuk saya kembangkan,” ujarnya.

H Hairul Anwar Klebun Lembung Gelis bersama Liensis

Sementara di kelas Utama Si Jampang jagoan Agus Nab mampu menyisihkan lawan-lawanya keluar sebagai juara I. Tentu penghobi asal Kolor ini bangga karena burung yang dirunkan hasil dari kandangnya sendiri yaitu ring Nab 66, bahkan di kelas yang sama ring Nab 13 Si Pitung juga mampu bertengger diurutan ke 13. Sedangkan di kelas Pemula ring Nab 33 Doraemon mampu menempati posisi ke 5.

Format piagam baru Restu Ibu menampilkan sosok ketua P4SI pengda Jatim sebagai penghormatan
Suasana lomba Malam hari tanpa teriak membuat sahdu suara puter pelung

Meskipun setingkat Latber gelaran Puter Pelung di Sumenep ini mendapat respon yang luar biasa dari para penghobi, tidak hanya dari Madura tetapi juga hadir dari Surabaya. Bahkan Didik Hariyadi pemilik CPM Bird Farm Madiun menyempatkan hadir ke Sumenep untuk Support lomba. “Saya Berharap lomba tanpa teriak ini dibudayakan di semua pengcab, sehingga alunan sahdu Puter Pelung dapat dinikmati bagi para penghobi,” tandasnya.

Penyematan masker sebagai protokoler covid-19 wajib dijalankan

Didik meminta, para penghobi Puter Pelung dapat bersatu, merajut kebersamaan, serta membina rasa kekeluargaan, sehingga hobi Puter bisa solid, berkembang dan maju. Pengcab lain diharapkan sudah mulai mengagendakan baik Latber, Latpres maupun lomba besar menyonsong dibukanya kembali tatanan kehidupan baru. “Tapi kita tetap harus menjaga kesehatan dan mengikuti protokoler covid-19 dalam setiap event yang kita gelar,” ingatnya.

Ketua P4SI Letkol CPM Didik Hariyadi menyerahkan tropi dan hadiah pada para pemenang

Kehadiran Letkol CPM Didik Hariyadi ini tentu menjadi kehormatan tersendiri bagi Decky ketua P4SI Pengcab Sumenep dan pengurus serta penghobi Puter di kawasan Madura, meskipun hanya Latber namun berkenan hadir. Sebagai rasa terima kasih dan penghargaan sampai-sampai panitia merubah format piagam dengan menampilkan sosok ketua P4SI pengda Jatim. AB-UTE/end

Para pengurus P4SI selalu kompak menggunakan salam 4 jari

Tinggalkan Komentar

Advertisement