Loading Posts...

Advertisement

     

Siapkan Rp. 1 M untuk lawannya, Sien Ronny bakal Panas Panasan di perebutan juara umum SF “Dengan syarat burung Sendiri”

 

AGROBISBURUNG.COM – SURABAYA. Kicau mania yang satu ini sudah eksis di dunia kicauan sejak era 1990 dan sejak era itu pulalah prestasi burung, perebutan juara umum diraihnya dengan penuh perjuangan oleh timnya yang selalu mengandalkan amunisi amunisi terbaiknya. Adalah Sien Ronny yang bersiap tandang di BnR awarad di Jakarta pada 15 Desember akhir pekan ini juga menargetkan merebut juara umum SF yang bakal dilakoninya secara murni dan sejati dari prestasi timnya sendiri dan burung sendiri, bukan dari “makelaran” meminjam, membeli piagam untuk dijadiakan akumulasi poin perebutan juara umum yang dikejar. Untuk itu Sien Ronny mengajak agar para kicaumania khususnya calon peserta BnR Award agar mau kembali ke “jalur yang benar” Sien Ronny pun mencoba membuat gebrakan. “Saya siap bertaruh 1 (satu) milyar rupiah bagi yang berani bersaing dengan saya dalam perebutan SF, syaratnya mesti burung milik sendiri,” ucap Sien Ronny.

Mr.Tito bersama Sien Rony Silahturahmi antar Generasi di hobi kicauan

“Ajakan untuk taruhan ini ya arahnya pengin mengajak kita semua mencoba menjalani hobi secara apa adanya, buat dinikmati. Saya mau beli burung dengan harga mahal, tak lain dan tak bukan karena burung itu bagus, berkualitas, sehingga hobi burung berkicau yang kita jalani juga benar-benar bisa kita nikmati. Jadi bukan soal ambisi untuk memburu juara,” paparnya. Ajakan untuk taruhan dengan nilai yang wow ini sesungguhnya menunjukkan betapa Sien Ronny berusaha untuk tetap kekeh atau konsisten dalam memegang prinsip yang diyakininya adalah benar. Apakah ini menunjukkan Sien Ronny ingin sok-sokan atau mentang-mentang? “Oh tidak, Sien Ronny tidak sedang sok-sokan. Saya juga tak bermaksud untuk arogan. Semua itu dilatarbelakangi agar kita semua kembali ke jati diri hobi burung.”

Menurutnya dalam beberapa tahun terakhir untuk perebutan juara SF/perorangan atau BC/Team bisa merebut juara umum team dengan cara meminjam atau menyewa, baik sebagian bahkan kadang semuanya dari burung milik orang lain. Pasalnya aturan penentuan juara umum yang dilakukan panitia lomba hanya berdasarkan pengajuan dari pemain berdasarkan piagam yang disertakan. Panitia lomba belum bisa sampai jauh menelisik apakah itu benar burung milik sendiri / anggota BC atau dari hasil meminjam / menyewa. Bahkan jika ingin semakin ringan di lomba lomba juga terlihat ada perorangan atau kelompok yang menjadi pendia jasa untuk merebut juara umum, syaratnya memenuhi bandrol jasa yang dibutuhkan untuk menjadi juara umum. Hal ini jelas bisa menjadi kabar baik dan juga bisa jadi kabar buruk, tergantung dari sudut kaca mata yang mana kita melihat. Yang jelas, itulah fakta yang ada di depan mata kita para penghobi saat ini.

Sieng Ronny SF menjadi terbaik selalu mengandalkan burung sendiri

Bagi mereka yang merasa masih mengedepankan jiwa hobi, cara meminjam atau menyewa burung milik orang lain yang kemudian ditulis atau diklaim sebagai miliknya, dianggap mencederai sportivitas atau menghianati hati nurani. Kalau mau jujur, menang dengan cara itu hanya menghasilkan kepuasan semu, pongah. Memang cara seperti itu jauh lebih simpel, praktis, juga ekonomis. Tidak perlu beli burung yang mahal, tidak perlu repot menyiapkan perawatan harian hingga setingan. Tinggal pesan sama si penyedia jasa, deal harga, beres. Namun, menang dengan cara ini dianggap tidak menghasilkan kepuasan apalagi kebanggaan yang sesungguhnya. Pemain gaek yang memiliki segudang burung juara seperti Sien Ronny pun mengaku risih dengan persaingan model-model seperti itu.

Sien Ronny

“Kita sudah punya dan menyiapkan banyak burung yang secara kualitas dan penampilan terbaik, dan dalam beberapa bulan terakhir juga terus menambah lagi, beli dan beli lagi, kenapa karena saya pengin menang dari burung-burung saya sendiri. Habis uang banyak tidak masalah karena itu akan menjadikan hati saya senang, puas, bangga. Karena kalau hati sudah bisa puas dan bangga, itu sebenarnya tidak bisa lagi dinilai dengan uang,” jelas Sien Ronny.

Helmi & Sien Ronny,

Karena itu Sien Ronny pun mengajak para kicaumania untuk sama-sama kembali ke jati diri seorang penghobi, kalah menang ya karena hasil dari burung milik sendiri. “Jangan suka pakai jalan pintas, mungkin bawa satu dua burung, lainnya hanya modal membelikan tiket dan mungkin juga janji sejumlah uang kalau bisa menyumbang poin. Memang itu lebih mudah dan murah. Kalau mau, mungkin misal dalam satu hari ada 10 lomba atau lebih di seluruh Indonesia, saya bisa memborongnya merebut juara umum SF semua. Di semua lomba yang digelar juara umum SF-nya Sien Ronny semua. Tapi di mana puasnya, di mana bangganya kalau bukan dari burung milik sendiri. Malah malu kan seharusnya,” imbuhnya.

H. Dedik bersama Duta Sien ronny Surabaya

Sayangnya, sepertinya sekarang banyak yang mengaku kicaumania tapi merasa asyik-asyik tanpa merasa rikuh alias kikuk saja meski menang dengan cara tersebut. Bahkan dengan bangganya bisa show di media sosial, sehari bisa juara umum di sekian event yang berbeda. Pun di event akbar BnR Award. Sudah cukup lama beredar kabar burung ada pihak yang ingin merebut juara umum SF dan sudah bergerilya berburu burung-burung yang punya potensi untuk menjadi juara. Hendak membeli burung juara kah? Ternyata tidak, tetapi sekadar mengajak bergabung, mau meminjam atau menyewa saja. Si dia mungkin akan menyediakan tiket dan sejumlah uang, konon ada yang menyebutkan sampai angka 4 juta rupiah, setiap kali bisa menyumbangkan poin juara 1.

SIEN RONNY SURABAYA SELALU SIAP DENGAN AMUNISI TERBAIKNYA

Apakah persaingan murni dari burung milik sendiri akan benar-benar tersaji di BnR Award 2019? Kita lihat saja bersama-sama besuk Minggu 15 Desember di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur. AB-END/adv

 

 

 

 

Tinggalkan Komentar

Advertisement