Seru … Semua Berebut terbaik Konin, Cendet, Ijo & Murai di Anniversary KMI Feat Milanisti SF di Gantangan IBM Surabaya

Kru Juri Sukses gelar even

Kru Juri Sukses gelar even

AGROBISBURUNG.COM – SURABAYA. Even Anniversary KMI – S2 feat Milanisti SF menjadi pusat perhatian para kekek dan kicau mania.              Tembus 1205 peserta menjadi tolok ukur keberhasilan even tersebut yang di datangi berbagai kamunitas di blok timur. Kamunkitas Konin mania Jawa-Bali yang memadati  even yang digelar pada Minggu (24/02) di gantangan IBM BC Jl. Mastrip 5 Kedurus – Surabaya ikut meramaikan jalannya lomba. Berbagai kota pecinta konin seperti dari Surabaya, Bali, Semarang, Jogja, Tegal, Mojokerto, Blitar, Kediri plus berbagai tim SF  benar bena membuat lombanya Anniversary KMI –S2 Feat MIlanisti sangat heboh.

Kru Juri Sukses gelar even

“ Sebenarnya ini merupakan gawenya KMI Surabaya dan kita juga ingin memperkenalkan dan lebih menjalin keakraban dengan komunitas Konin  Mania  makanya kita kerjasama untuk mengadakan even ini,” ungkap Putri Milanisti SF yang  juga pemilik Cendet fenomenal Gatusso saat ditemui agrobisburung.com disela-sela lomba. Pada sesi awal terdapat nama Sinden, gaco Putut Mojokerto All Star yang bisa mengamankan posisi pertama. Disusul oleh Puma, besutan Sinyo SKD dari KBS dan 26 Hello Kitty gaco Ilvana dari KLI Pasuruan sebagai juara dua dan tiga. Sedangkan pada partai utama konin anniversary diambil oleh jagoan-jagoan dari Semarang yaitu Red Mamba, amunisi Aini Adja Rudjak Nektar,dari duta Anniversary KBS 2 dan Puma untuk posisi pertama dan kedua.

Penyerahan Konin terbaik oleh Ketua KMI Surabaya

Pada seri penutup yaitu konin seduluran, giliran jawara dari KNI Pasuruan yang menduduki tahta tertinggi yaitu Tuwek gaco Andre BG, diikuti oleh Semar Mesem andalan Jack Java dari KKNB Bali dan Sinden sebagai juara dua dan tiga. Panitia juga memberikan burung konin terbaik yang jatuh ketangan anak konin Semarang yaitu Red Mamba milik Aini Adja dari KBS sebagai juaranya.

Jawara kelas Konin sesi 3

Selain konin, kelas cucak hijau dan murai juga disesaki kicau mania. Pelet Biru BC menjadi lakon dan bisa meraih  dua jawara burung terbaik pada sesi ini lewat Copet dan Excelco. Pelet Biru BC yang digawangi oleh  Rohman mendaptkan durian runtuh karena menjadi pusat perhatian seluruh peserta pada even ini. Beberapa gaco andalannya yang diusung kali ini, dua diantaranya mampu membanggakan tim Pelet Biru BC. Copet, amunisi Sujatmiko yang sudah banyak mendapatkan banyak gelar di even-even Surabaya, kali ini kembali tampil gemilang dengan merebut juara 1, 1 dan 4 sekaligus dinobatkan sebagai burung terbaik. “Alhamdulillah semua karena kinerja Copet bikin ngiler Juri dan semua tahu dan rejeki hari ini,” ungkap Sujatmiko. Pada  awal lomba memeng kurang beruntung, tapi Copet mampu menunjukkan kelasnya setelah merebut dua sesi akhir yaitu murai batu B dan C. Gaya hormat juri dan suara tembakan cililin dan kenari yang panjang mampu memukau dewan juri yang berujung memberinya mutlak koncer A.

Putri Kitty serahkan Cucak Hijau terbaik kepada Pelet Biru BC

Sedangkan kelas Cendet tidak kalah memukaunya yaitu Mr 45 amunisi lawas Kaji Said dari Gresik yang dikawal oleh Bams. Tampil pada top formnya dengan merebut dua gelar plus burung terbaik. “Allhamdulillah setelah saya pegang dua tahun lebih burung ini macet, berkat perawatan yang sabar dan telaten, Mr 45 kembali menjadi burung yang patut untuk diperhitungkan di lomba-lomba Nasional kembali ke performa aslinya,” ungkapnya.. Perawatannya hanya mandi seminggu dua kali, untuk pakannya jangkrik tidak ada takaran selama burungnya mau. Gaya satu titik yang  serta tonjolan gereja tarung diulang-ulang, love bird dan lagu-lagu burung kecil sampai akhir lomba membuat Mr 45 dinobatkan sebagai pemenang untuk dua sesi awal. Sekaligus dianugerahi sebagai burung terbaik. Selanjutnya kita akan terbang ke Jombang hadir di even Seng Fong feat Raja Timur Cup,” kata Om Didik yang juga ikut mengawal Mr 45.

Konin Red Mamba Jadi bururng terbaik

Pertarungan di kelas Love bird Anjani harus bertarung ketat dengan dua jawara Pajero dan Marsuni yang silih berganti meraih podium tertinggi. Namun hasil yang didapatkan oleh Anjani tidak terlalu mengecewakan sebagai juara 2, 4 dan 8. Bermateri gaya full jamtrok diselingi isian kapas tembak dan gereja tarung, korak mampu mencuri kemenangan pada sesi C. Begitu juga pada sesi B mampu merepotkan Excelco sebagai jawaranya. Burung yang perawatannya wajib masuk tenggaran ini, cuma dikasih jangkrik 4 ekor untuk hariannya. “Untuk penjemurannya hanya sebentar saja lalu masuk tenggaran lagi, pas menjelang lomba juga dikasih jangkrik 4 ekor sama ditambahin ulet hongkong,” ujar sang perawat Catur STN.

Pelet Biru BC Jadi Lakon di even ini

Juga tampil bagus, New Galaxy andalan Ade Laksono dari Duta CIAS mampu mengambil podium utama pada sesi utama kelas cucak hijau. Gaya hyper yang diperlihatkan oleh New Galaxy membuat dewan juri tanpa ragu untuk memberikan bendera merah mutlak. Perawatan harian yang simpel setiap pagi dikasih jangkrik 2 ekor dan 3 ekor pada sorenya plus menuh buah pisang kepok putih untuk hariannya. Untuk H-1 burung wajib mandi dan dikasih makan jangkring sampai kenyang. “Jadi tidak ada yang namanya perawatan khusus buat gaco saya. Alias biasa biasa saja,” kata Ade Laksono. Saat di lapangan burung harus full dikerodong. Jika mau naik gantangan buka kerodong sambil dikasih jangkrik 2 ekor. “Itulah kunci keberhasilan New Galaxy agar tampil stabil di lapangan,” bilang Ade Laksono sambil menutup pembicaraan.

Juara Konin Sesi Empat

Kembali tampil dominan Panglima kembali menjadi yang terbaik pada sesi selanjutnya, sedangkan untuk runner upnya juga masih diamankan oleh Rocker, gaco Muflikhan Brothethood dari Duta CIAS. “Kunci keberhasilan ini adalah harus dijauhkan dari suara burung lain,” bilang Candra kepada Burungnews.

Cendet MR 45 milik H Said Moncer jadi burung terbaik

Sementara untuk sesi selanjutnya gantian nama Dower Dower amunisi H Budi dari SR 27 SF memimpin jalannya loma untuk sesi paud B, sedangkan untuk sesi C Dower harus puas berada di posisi ketiga. Untuk jawaranya diduduki oleh Petrok, andalan Araya BF dari Kemlaten. “Alhamdulillah gelaran ini berakhir dengan jadwal yang disesuaikan. Bahkan untuk pesertanya melebihi target yang kita perkirakan, yaitu 1205 peserta. Saya juga mengucapkan terima kasih buat kicau mania yang mendukung acara ini hingga berakhir dengan tertib dan aman,” ujar Slamet, ketua pelaksana lomba.

MC Kondang SAMURI

Tinggalkan Komentar