Loading Posts...

Advertisement

     

2019 Persaingan Gantangan Semakin Ketat, Kering Inovasi siap siap Bangkrut

AGROBISBURUNG.COM – ORGANIZER. Memasuki tahun 2019, ada perkembangan signifikan di lomba burung berkicau. Khususnya lomba yang digelar di arena latihan bersama (latber) dan latihan prestasi (latpres). Arena kontes kicauan harian itu, biasa disebut gantangan.

GANTANGAN HARUS SELALU BERINOVASI

Semakin hari, perkembangan berdirinya gantangan kian pesat. Hampir di satu wilayah kabupaten atau kota saja, bisa lebih dari 4 – 6 gantangan. Semua didirikan untuk memfasilitasi dan mewadahi kicau & kekek mania menggantang burungnya. Istilah lainnya, gantangan adalah tempat melakukan tes kualitas akan burung piaraan.

GANTANGAN HARUS BISA MEMAINKAN MANAGEMEN LOMBA

Masing-masing gantangan memang memiliki ciri tersendiri. Baik dari sisi jadwal lomba maupun dari aspek lainnya. Seperti aspek pelayanan, sistem penilaian, nilai pendaftaran, hingga tersedianya hadiah kejuaraan dan doorprise. Semua menjadi sebuah paket lomba yang tak dapat dilepaskan dalam manajemen gantangan.

WALAUPUN SEDERHANA JIKA PANITIA PENUH INOVASI BAKAL DISUKA PESERTA LATBER

Menurut Wawan Wibisono, mantan pengelolah gantangan Meric BC, Trawas, Mojokerto, mengelolah gantangan tak ubahnya memanajemen sebuah bisnis. Modal pun besar dan konstribusi pengelolah harus sebanding dengan mobilitas dan aktivitas mereka ke komunitas kicau mania. Tanpa itu, tentu saja gantangan hanya menjadi bisnis yang siap bangkrut.

LOKASI YANG NYAMAN PASTI CDI CARI PESERTA

“Bila pemilik atau pengelolah gantangan bukan kicau mania, mereka pasti bangkrut. Apalagi dalam gelaran lombanya tidak ada muatan inovasi. Kontes kicauan makin menantang bila pengelolah gantangan mampu berkreasi atas lomba yang digelarnya secara rutin. Inovasi itu sendiri tentu di banyak aspek,” ujar Wawan menganalisa.

Hal senada diungkapkan Ferry, pengelola gantangan di kawasan Kepanjen – Malang. Menurutnya, gantangan yang mampu berinovasi, pasti dapat meraup keuntungan tinggi. Bagaimana pun, kicau dan kekek mania butuh pelayanan maksimal. Hal itu berlaku pada orangnya sekaligus sistem menilai kualitas burungnya.

“Beberapa gantangan, biasanya menggunakan satu kelompok juri. Hal itu sebenarnya akan menjadi ciri khas gantangan. Namun, bila kicau mania berpikir jauh, seharusnya burung jagoan mereka juga bisa dinilai juri dari kelompok lainnya. Disinilah butuh inovasi pengelolah gantangan,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Ferry, manajemen gantangan yang tidak memiliki daftar pemenang yang bisa dipublikasikan, tentu akan membuat kicau mania bakal kesulitan ketika menjual burung. Mengingat tidak ada bukti publikasi yang bisa ditunjukkan.

“Kicau mania yang paham keadaan, tentu tidak langsung percaya bila buktinya cuman piagam kejuaraan. Publikasi & Media sangat penting bagi kicau mania dan itu akan menjadi bagian tanggungjawab dari pengelolah gantangan,” ucapnya menegaskan. Gantangan tanpa inovasi, ibarat sayur yang hambar tanpa garam. Oleh karenanya segenap inovasi dan kreativitas pengelolah gantangan harus ditonjolkan. Dapat dipastikan bila kicau mania akan mengalami kekecewaan bilamana sistem penilaian hanya satu versi kelompok juri. “Kekecewaan itu pasti didapatkan di lomba burung lainnya yang dinilai juri dari kelompok yang berbeda,” tandas Ferry mengingatkan.

Tinggalkan Komentar

Advertisement