Momo Pigeon Sabet BOB Ditempel Nayra, Eko Malang Raih Juara I Terbanyak Kontes Merpati Hias Piala Rektor Brawijaya
Momo Pigeon Susimojo sukses merebut gelar Best of the Best (BOB) I dalam Kontes Merpati Hias Piala Rektor Prana Satwa Brawijaya, Minggu (25/10/2026). Prestasi tersebut diraih melalui kategori Show King warna bebas setelah bersaing dengan para juara dari 43 kelas yang dipertandingkan.
Nayra Farm Kediriwnempel ketat menempati posisi BOB II diraih melalui Old German Cropper, sedangkan BOB III juga menjadi milik Nayra Farm Kediri lewat Spanish Chorrera. Ketiganya merupakan peserta terbaik yang sebelumnya harus menjuarai kelas masing-masing untuk bisa bersaing memperebutkan gelar tertinggi tersebut.
Persaingan ketat juga terlihat dalam perolehan juara pertama di masing-masing kelas. Eko Priyanto menjadi peserta dengan raihan juara I terbanyak, yakni tujuh merpati. Sementara itu, Nayra Farm Kediri mengantarkan enam merpatinya meraih juara I sekaligus memboyong BOB II dan III.
Para perwakilan komunitas satwa foto bersama dengan pimpinan Universitas Brawijaya










MALANG, agrobisburung.com – Momo Pigeon Susimojo sukses merebut gelar Best of the Best (BOB) I dalam Kontes Merpati Hias Piala Rektor Prana Satwa Brawijaya, Minggu (25/10/2026). Prestasi tersebut diraih melalui kategori Show King warna bebas setelah bersaing dengan para juara dari 43 kelas yang dipertandingkan.
Nayra Farm Kediriwnempel ketat menempati posisi BOB II diraih melalui Old German Cropper, sedangkan BOB III juga menjadi milik Nayra Farm Kediri lewat Spanish Chorrera. Ketiganya merupakan peserta terbaik yang sebelumnya harus menjuarai kelas masing-masing untuk bisa bersaing memperebutkan gelar tertinggi tersebut.
Persaingan ketat juga terlihat dalam perolehan juara pertama di masing-masing kelas. Eko Priyanto menjadi peserta dengan raihan juara I terbanyak, yakni tujuh merpati. Sementara itu, Nayra Farm Kediri mengantarkan enam merpatinya meraih juara I sekaligus memboyong BOB II dan III.










Momo Pigeon Susimojo juga tampil impresif dengan mengantarkan empat merpatinya meraih juara semua kelas Show King. Salah satunya, Show King warna bebas, berhasil mengantarkan Momo merebut gelar BOB I.
Presiden Indonesian Fancy Pigeon Community (IFPC), Binar Bintang Ananta, mengatakan kontes tersebut diikuti sekitar 400 peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur. Jumlah itu sedikit di bawah target awal sebanyak 417 peserta karena 17 peserta mengundurkan diri akibat kepentingan lain.








Menurut Binar, penyelenggaraan kontes kali ini cukup sukses, terlebih karena mampu membangun sinergi dengan Universitas Brawijaya (UB), salah satu perguruan tinggi ternama di Malang. Kolaborasi tersebut diharapkan memperluas pengenalan berbagai jenis merpati hias di kalangan mahasiswa sekaligus mendorong perkembangan komunitas. “Dengan bersinergi bersama kampus ternama seperti Universitas Brawijaya, kami berharap hobi merpati hias bisa berkembang lebih cepat, termasuk di kalangan mahasiswa,” ujarnya.




Dekan Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (Fapet UB), Muhammad Halim Natsir, berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebatas pameran dan kontes. Menurutnya, potensi akademik dan fasilitas kampus dapat dimanfaatkan untuk membangun kolaborasi yang lebih luas dengan komunitas penghobi satwa. “Kami berharap ke depan tidak hanya pameran dan kontes, tetapi juga ada kolaborasi. Kami memiliki laboratorium dan teknologi yang bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan hobi satwa ini menjadi lebih baik,” katanya.

Dukungan serupa disampaikan Wakil Rektor IV UB Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Internasionalisasi, Andi Kurniawan. Saat penyerahan piala BOB, ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh komunitas yang telah bekerja sama dengan Universitas Brawijaya. Ia berharap kemitraan tersebut dapat berlanjut dan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.

Kontes Merpati Hias Piala Rektor Prana Satwa Brawijaya merupakan bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis ke-64 Universitas Brawijaya. Selain merpati hias, kegiatan ini juga menghadirkan kontes ayam hias, ayam Serama, ayam Pelung, dan kucing. Rangkaian kegiatan tersebut sekaligus dilengkapi pameran dan bursa satwa yang berlangsung selama dua hari. Ajang ini tidak hanya menjadi arena kompetisi untuk menunjukkan kualitas satwa, tetapi juga menjadi ruang pertemuan antarpenghobi, peternak, komunitas, dan kalangan akademisi.

Melalui kegiatan ini, kolaborasi antara komunitas dan perguruan tinggi diharapkan semakin kuat. Selain melestarikan dan mengembangkan hobi satwa hias, sinergi tersebut juga membuka peluang pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan kualitas pemeliharaan serta pengembangan satwa di masa mendatang.


Tinggalkan Komentar










Tinggalkan Komentar