Raihan Empat Warna (Nilai 44) Jawara Arung Binang (3F) Hasil Kolaborasi Konsistensi Breeding H Sularno 3F & Kelihaian Polesan Mekanik Deni DMA

“Mengharukan Sekaligus Membanggakan” jadi dua kata bermakna bagi seorang H. Sularno mengambarkan suasana euforia kemenangan jawara Arung Binang (3F) miliknya di Piala Raja HB Cup 2026 di Jogja. Diluaran banyak diungkapkan bahwa H Sularno adalah breeder yang konsisten dengan trah jawara terbaik saat ini dan Deni sang mekanik Arung Binang disebut sebagai reinkarnasi titisan dari kerja keras perawat muda yang juga konsisten dengan style polesannya. Benar benar kolaborasi yang jos jis, padahal keduanya “lahir” dari jalur yang berbeda, yang satu memang suka hobi perkutut dan yang satu memang sudah terkader menjadi seorang perawat yang lihai & handal sejak mudanya. Kolaborasi keduanya terbukti dengan prestasi seekor jawara Arung Binang, hebatnya raihan nilai 4 warna yang dicapainya sampai seri ke-7 LPI 2026 belum ada yang mematahkan rekor tersebut.

Tinggalkan Komentar

J4

JOGJA, agrobisburung.com – “Mengharukan Sekaligus Membanggakan” jadi dua kata bermakna bagi seorang H. Sularno mengambarkan suasana euforia kemenangan jawara Arung Binang (3F) miliknya di Piala Raja HB Cup 2026 di Jogja. Diluaran banyak diungkapkan bahwa H Sularno adalah breeder yang konsisten dengan trah jawara terbaik saat ini dan Deni sang mekanik Arung Binang disebut sebagai reinkarnasi titisan dari kerja keras perawat muda yang juga konsisten dengan style polesannya. Benar benar kolaborasi yang jos jis, padahal keduanya “lahir” dari jalur yang berbeda, yang satu memang suka hobi perkutut dan yang satu memang sudah terkader menjadi seorang perawat yang lihai & handal sejak mudanya. Kolaborasi keduanya terbukti dengan prestasi seekor jawara Arung Binang, hebatnya raihan nilai 4 warna yang dicapainya sampai seri ke-7 LPI 2026 belum ada yang mematahkan rekor tersebut.

Sukses Jawara Arung Binang adalah hasil kolaborasi terbaik Pemilik dan sang perawat

Kurang lebih 20 tahun lalu H Sularno memang hadir sebagai kungmania “pemula” bersama sama team perkutut mania (TPM) di blok Barat-DKI Jakarta sementara Deni masih seoarang “asisten” mekanik burung lomba yang dipegang pamannya sendiri, (alm) Abdus Syukur. Saat ini rotasi roda benar benar berputar mengantarkan keduanya menjadi salah satu barometer ataupun magnet baru dalam hal mencetak burung lapangan dan juga mekanik muda yang handal. H Sularno sampai saat ini memang bisa disebut salah satu kungmania yang selalu konsisten dan update dengan trah indukan breeding yang dikembangkan, trah trah terbaik di tanah air benar benar dia tarik ke markas 3F sementara Deni diusia mudanya juga lihai dan handal mencari setelan terbaik untuk burung yang dipolesnya, setidaknya dalam 3 tahun terakhir ada dua burung nasional (LPI) yang moncer berkat polesannya. Jawara Slipknot (CTP) dan juga Arung Binang (3F) yang sama sama sudah mencetak 4 warna di level atas.

Sedikit flashback tentang jawara Arung Binang adalah produk 3F dari KBeethoven/MNF.9 (“Rajendra” Magnum M-1 X TMC K-31) , dari trah bapaknya jelas mengalir darah hebat dari pamannya jawara Mandalika milik (alm) H Syaiful Pamekasan dan kandang ini hanyalah satu diantara kandang unggulan di 3F BF. Apalagi dalam waktu dekat 3F juga akan meresmikan markas baruny di daerah Gunung Putri Bogor sebagai wujud ekesistensinya di hobi perkutut. Hebatnya lagi jawara Arung Binang adalah hasil “kebun” sendiri milik H Sularno yang dikawalnya sendiri bersama Deni sang perawat untuk dimoncerkan sendiri di lapangan, hasilnya memang luar biasa. Dan kesuksesan ini seakan mematahkan mitos seorang peternak tidak bisa memoncerkan ternakan sendiri di lapangan namun realitasnya di Lapangan Arung Binang hasil breeding 3F milik H Sularno sukses diorbitkan sendiri naik ke level lomba paling tinggi di kompotesi burung perkutut di Indonesia.

Arung Binang memang dipersiapkan matang untuk naik ke podium juara dan di LPI 2026 adalah panggungnya namun sampai moncer di LPI Sampang yang menjadi raihan nilai 4 warna pertamanya. Namun kinerjanya tidak full babak setelah dievaluasi ternyata birahi ke pasangangya down, disinilah tugas perawat, Deni mencoba fokus ke birahi Arung Binang dengan Betina lamanya ternyata ini salah satu yang menyebabkan peformanya angin anginan. Dan selepas LPI betina baru bergelang DMA tampaknya Arung Binang mulai ceria dan puncak nya di LPI Piala Raja raihan nilai full 4 babak terisi (4 warna babak 1 & 2, Tiga Hitam usulan dan tiga hitam) menjadi bukti bahwa Deni sangat lihai dan handal melihat perubahan anak asuhnya. Namun yang pasti ada beberapa faktor pendukung lainnya yang dipakai Deni untuk menambah kegarangan Arung Binang bisa moncer 4 warna di LPI Jogja. “Kita tunggu saja sampai akhir seri LPI 2026 Arung Binang bisa menujukkan kelasnya,” ucap Deni pendek pada agrobisburung.com 

 

Tinggalkan Komentar