Setelah 3 Tahun Menghuni Markas Ganesha BF Majalengka, Sang Legenda SOK N.21 Ditransfer H. Sularno 3F BSD dengan Mahar Istimewa

Burung perkutut jawara yang namanya sudah melegenda, SOK N.21, sempat menghebohkan di jagad perkutut Indonesia. Dimulai dari transaksi spektakuler pada tahun 2015 ketika di-take over Johan Sri Ratu Jatiwangi dari Terminal Perkutut BF Surabaya dengan mahar fantastis, Rp 350 juta. Kemudian, sempat mencetak nilai 4 warna saat lomba besar di Tasikmalaya. Sampai akhirnya burung ini fokus diternakan oleh sang pemilik, menempati kandang Sri Rama. Transaksi ini terekam jelas saat agrobisburung masih terbit sebagai Tabloid Hobi Burung Nasional

Tinggalkan Komentar

H. Nono Ganesha menyerahkan SOK N.21 kelapa Defri Eyaka (foto kiri). H. Sularno 3F (foto kanan).

H. Nono Ganesha menyerahkan SOK N.21 kelapa Defri Eyaka (foto kiri). H. Sularno 3F (foto kanan).

MAJALENGKA, agrobisburung com – Burung perkutut jawara yang namanya sudah melegenda, SOK N.21, sempat menghebohkan di jagad perkutut Indonesia. Dimulai dari transaksi spektakuler pada tahun 2015 ketika di-take over Johan Sri Ratu Jatiwangi dari Terminal Perkutut BF Surabaya dengan mahar fantastis, Rp 350 juta. Kemudian, sempat mencetak nilai 4 warna saat lomba besar di Tasikmalaya. Sampai akhirnya burung ini fokus diternakan oleh sang pemilik, menempati kandang Sri Rama. Transaksi ini terekam jelas saat agrobisburung masih terbit sebagai Tabloid Hobi Burung Nasional

H. Nono Ganesha menyerahkan SOK N.21 kelapa Defri Eyaka (foto kiri). H. Sularno 3F (foto kanan).

Dari kandang Sri Rama yang dipasangkan dengan betina Double T, banyak melahirkan generasi burung berkualitas. Yang paling fenomenal adalah melahirkan betina istimewa, yang tidak lain adalah ibu dari sang jawara Legendaris (Atlas). Sejak saat itu pula, trah-trah SOK N.21 Sri Rama semakin booming dan banyak menyebar keberbagai pelosok Tanah Air. Belakangan ini, cucu dan cicitnya bermunculan di arena konkurs nasional. Dua diantaranya yang sedang moncer adalah Sihir dan Brewok (Jupiter).

Materi indukan SOK N.21

Setelah menghuni markas Sri Ratu BF selama 8 tahun, pada akhir 2023 SOK N.21 ditransfer H. Nono Ganesha sepaket dengan puluhan anakan Sri Ratu BF. Kemudian, SOK N.21 dan pasangannya (Double T) menjadi bagian dari kandang unggulan Ganesha BF. Kedua  individu ciamik tersebut bahkan sempat dipisah dan dipasngkan dengan pasangan lain. Tetap produktif dengan pasangannya dan menjadi basic blood di kandang Ganesha BF.

Transaksi SOK N.21 pada tahun 2015 yang diabadikan tabloid agrobisburung (saat masih media cetak)

Nono juga sempat menyimpan salah seekor betina anak kandang Sri Rama (Sri Ratu) bawaan dari transaksi SOK N.21. Setelah sempat produksi selama 2 tahun di markas Ganesha BF, akhirnya betina istimewa ini ditransfer H. Sularno 3F yang memang tengah mengincar trah-trah jawara. Dua pekan lalu, betina tersebut diserahkan kepada H. Sularno 3F saat lomba LPI #5 KLH Cup Bekasi. Belum berhenti sampai disini, karen transaksi antara dua tokoh perkutut Jabodetabek dan Jabar ini kembali berlanjut. Setelah mentransfer betina Sri Ratu K-Sri Rama, H. Sularno 3F juga berniat untuk memboyong biang utamanya sekaligus, yakni SOK N.21. Setelah melalui negosiasi alot selama sepekan, akhirnya deal: SOK N.21 ditransfer dengan mahar istimewa. Akhir pekan ini, Sang Legenda pun dibawa Defri Eyaka mewakili H. Nono Ganesha untuk diantarkan ke markas 3F BF.

Meski usianya sudah 12 tahun (lahir: 13 April 2014), namun pesona SOK N.21 masih ada. Terbukti, selama 3 tahun berada di markas Ganesha BF jantan ciamik dengan irama istimewa ini masih produktif dan banyak menelorkan burung-burung berkualitas, terutama untuk materi indukan.

Tinggalkan Komentar