Aan Krisnawan Kungmania Pemula Depok Tertarik Postingan WAT BF di Medsos Facebook & Langsung Transfer Piyikan K-WAT Dejavu Plus Booking Kandang Unggulan Lainnya
Media sosial (medsos) memang terbukti ampuh bagi kalangan komunitas pecinta burung untuk berinteraksi sesama penghobi maupun mencari informasi dan kegiatan (lomba). Tak terkecuali bagi penghobi burung perkutut. Seperti yang dilakoni Aan Krisnawan, kungmania pemula asal Depok, Jawa Barat. Setelah cukup lama aktif didunia burung kicauan (memelihara dan lomba muray batu, cucak hijau, pentet, dll.), Aan ingin mencoba tantangan baru dengan main burung perkutut.
Aan Krisnawan Depok (depan) & keluarga, siap main perkutut bersama amunisi WAT BF.










TASIKMALAYA, agrobisburung.com – Media sosial (medsos) memang terbukti ampuh bagi kalangan komunitas pecinta burung untuk berinteraksi sesama penghobi maupun mencari informasi dan kegiatan (lomba). Tak terkecuali bagi penghobi burung perkutut. Seperti yang dilakoni Aan Krisnawan, kungmania pemula asal Depok, Jawa Barat. Setelah cukup lama aktif didunia burung kicauan (memelihara dan lomba muray batu, cucak hijau, pentet, dll.), Aan ingin mencoba tantangan baru dengan main burung perkutut.









Belum lama ini Aan bahkan sudah membeli sejumlah burung perkutut (Bangkok) dari beberapa peternak di Jabodetabek. Namun, hanya sekedar iseng dan untuk menikmati suaranya dirumah saja. Kemudian, ia juga sesekali mendatangi tempat-tempat latihan di seputar Depok untuk mengetahui aktifitas kungmania lebih dekat. Ternyata, ia mulai merasakan nikmatnya mendengarkan alunan suara indah burung perkutut. “Ya, awalnya beli burung perkutut yang biasa-biasa aja dari beberapa peternak di Jabodetabek. Sesekali main ke lapangan liat yang latihan di Depok. Ternyata asyik juga,” ungkap Aan.







Ia pun semakin penasaran dan berniat untuk aktif lebih serius di hobi ini. Kemudian, mencari informasi dan pantau sejumlah postingan tentang perkutut dari beberapa peternak perkutut di medsos Facebook. Sampai pada akhirnya melihat postingan WAT BF Tasikmalaya yang sedang mempromosikan piyikan K-WAT Dejavu (Atlas 333A x LPM K-23) di Facebook. Selanjutnya, ia mencoba berinteraksi dengan Hendry WAT sebagai pemilik akun WAT BF dan lanjut berkomunikasi melalui WhatsApp.



Hendry WAT pun merekomendasikan K-WAT Dejavu untuk Aan. Kebetulan, Aan memang tengah mencari burung piyik potensial, yang bisa diandalkan untuk amunisi lomba sekaligus bisa jadi bahan ternak kedepannya. Akhirnya, Aan pun sepakat men-transfer sepasang piyik WAT Dejavu dengan mahar spesial. Bahkan, ia juga mem-booking sejumlah kandang unggulan WAT lainnya yang juga direkomendasikan Hendry WAT. ‘Ya, saya ambil WAT Dejavu dan beberapa kandang-kandang unggulan lainnya juga. Dipilihkan Koh Hendry WAT yang terbaik. Masih dinegosiasikan nilai transaksinya,” ujar Aan.
Aan menambahkan, sementara ini ia akan menikmati suara burung perkutut dirumah dulu sambil sesekali coba main ke lapangan. Selanjutnya, ia juga akan menyiapkan beberapa petak kandang untuk ternak. “Bertahap, mengenal lebih dekat. Sambil menyiapkan kandang ternak, saya mau belajar sama ke Koh Hendry,” katanya.
Tinggalkan Komentar










Tinggalkan Komentar