SH BF “Double Winners”, Erwin Margondes “Double Door Prize” & Surakarta-Sultan Fatih-Marina Bei Terbaik di Sumaci Awards Majalengka
Kemeriahan pada gelaran penutup Liga Sumaci 2025 tersaji dalam “Closing Ceremony” Sumaci Awards di lapangan Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat, Minggu (26/4/26). Hajatan kolaborasi 3 Pengda (Sumedang+Majalengkw-Cirebon), yang dimotori 3 tokoh perkutut Jabar: H. Nono Ganesha (Majalengka), Ancu Sunardi Platinum (Cirebon) dan Roy Fajri (Sumedang), plus Maulana Fajar Gendhis (Majalengka) sebagai ketua Liga Sumaci. Liga ini diadakan dalam rangka menggali potensi pemula sebagai ajang pembuktian eksistensi kungmania Jabar yang tetap berkibar di pentas nasional.
Panitia Liga Sumaci 2025 & pemenang doorprize utama 4 sepeda listrik.










MAJALENGKA, agrobisburung.com – Kemeriahan pada gelaran penutup Liga Sumaci 2025 tersaji dalam “Closing Ceremony” Sumaci Awards di lapangan Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat, Minggu (26/4/26). Hajatan kolaborasi 3 Pengda (Sumedang+Majalengkw-Cirebon), yang dimotori 3 tokoh perkutut Jabar: H. Nono Ganesha (Majalengka), Ancu Sunardi Platinum (Cirebon) dan Roy Fajri (Sumedang), plus Maulana Fajar Gendhis (Majalengka) sebagai ketua Liga Sumaci. Liga ini diadakan dalam rangka menggali potensi pemula sebagai ajang pembuktian eksistensi kungmania Jabar yang tetap berkibar di pentas nasional. “Alhamdulillah, tuntas sudah Liga Sumaci. Digelar sebanyak 6 putaran. Penutupan bisa digelar setelah sempat beberapa kali tertunda karena menyesuaikan padatnya jadwal lomba musim 2025,” ungkap H. Nono Ganesha.










Pada nominasi klasemen akhir, Napoleon (Jasika) dinobatkan sebagai juara umum kelas piyik bebas. Kemudian, Dede Prima Rasa Bandung sebagai juara umum kelas piyik yunior dan Allonso-HAAS juara umum kelas piyik hanging. Sementara peraih doorprize utama klasmen 3 sepeda listrik, dua diantaranya diraih Erwin Zeus Margondes Bandung kelas piyik bebas dan piyik yunior. Sedangkan 1 sepeda listrik lainnya diraih Allonso-HAAS di kelas piyik hanging. Sementara doorprize utama 1 sepeda listrik persembahan dari Liga BF Cirebon diraih Suhartono SH Cirebon.








Untuk kejuaraan di arena laga, SH BF Cirebon kembali sukses meraih double winners: terbaik dikelas piyik bebas dan piyik hanging. Surakarta, andalan utama Suhartono SH dikelas piyik bebas. Produk SH BF terkini trah Atlas Legendaris ini menjadi yang terbaik setelah mengungguli lawan terberatnya, Goong Java (Campus) debutan STP BF Bandung, yang meraih juara kedua. Sedangkan posisi ketiga ditempati Kuda Hitam (Annisa) andalan anyar Soenardi Annisa Bekasi.




Suhartono SH Cirebon juga sukses menempatkan andalan anyarnya sebagai jawara dikelas piyik hanging. Adalah Marina Bei, produk terkini SH BF, keponakan Beijing trah ShaSha Superman. Marina Bei berhasil menyalip Bang Kumis (Pujangga) debutan H. Bowo Pujangga Cirebon dan Wijaya Kusumah (Prima Rasa) orbitan anyar Dede Prima Rasa Bandung.


Bahkan, SH BF nyaris saja mencetak hattrick jika saja andalanya, Cirebon Trusmi, menjadi jawara kelas piyik yunior, Cirebon Trusmi yang juga generasi trah Legendaris ini akhirnya harus puas diposisi runner-up. Sebagai jawara dikelas ini akhirnya diraih Sultan Fatih (Palem) andalan UKI Team Palu, yang dikawal Zaenal ZNA Bandung. Sedangkan posisi ketiga ditempati Amelia (Prima Rasa) andalan anyar Dede Prima Rasa Bandung, yang tampil “fight’ dibabak-babak akhir.

Penampilan menjanjikan dipertontonkan Goong Java (Campus) dikelas piyik bebas. Andalan anyar “Sang Maestro” Wowo STP Bandung ini kalah start, sehingga harus puas finish diposisi runner-up. Goong Java merupakan produk terkini Campus BF Bandung, yang mengalir trah jawara dari kedua induknya: jantan Campus trwh STP C5-A6 dan betina Campus trah STP B2. Kualitas suaranya mewah dan jadi pusat perhatian Kungmania yang menyaksikan.




Tinggalkan Komentar










Tinggalkan Komentar