Petinggi LPM Hadir & Pesertanya Full 11 Blok, Jawara Senandung Rindu, Las vegas, Blantika & Bunga Desa Tampil Terbaik Di Podium Pertama
Liga Perkutut Madura (LPM) II 2026 resmi digulirkan di Guluk Guluk, Sumenep pada Minggu (08/02) di Lap. Sepak Bola Guluk Guluk ada agenda para kungmania Madura ini benar benar luar biasa penyelenggaraannya, tatan apik yang sudah dilaksanakan selama dua tahun terakhir memang membuat sajian LPM semakin menarik saja. Nouvile Aufa, ketua pengcam Guluk Guluk Sumenep yang juga ketua pelaksana mengatakan bahwa sejak dirilis jadwal LPM 2026 ketua pengda Sumenep sudah mengintruksikan pembukaan LPM di gelar Pengcam Guluk Guluk dan sejak itu persiapan gelarannya dimatangkan dengan kepanitian bersama pengda Sumenep.
Juri dan Panitia & Pengurus LPM 2026 di Guluk Guluk Sumenep










SUMENEP, agrobisburung.com – Liga Perkutut Madura (LPM) II 2026 resmi digulirkan di Guluk Guluk, Sumenep pada Minggu (08/02) di Lap. Sepak Bola Guluk Guluk ada agenda para kungmania Madura ini benar benar luar biasa penyelenggaraannya, tatan apik yang sudah dilaksanakan selama dua tahun terakhir memang membuat sajian LPM semakin menarik saja. Nouvile Aufa, ketua pengcam Guluk Guluk Sumenep yang juga ketua pelaksana mengatakan bahwa sejak dirilis jadwal LPM 2026 ketua pengda Sumenep sudah mengintruksikan pembukaan LPM di gelar Pengcam Guluk Guluk dan sejak itu persiapan gelarannya dimatangkan dengan kepanitian bersama pengda Sumenep. ‘Dan sebagai tuan rumah saya ucapkan terima kasih kepada kungmaia di Madura (Sumenep, Pamekasan, Sampang dan Bangkalan) dan juga dari Surabaya atas partisipasinya. Kita bersama pengda Sumenep mempersiapkan gelaran ini dengan baik sesuai dengan hasil keputusan pengurus LPM 2026,” jelas Noubile Aufa.








H Abd Azis, Ketua LPM memberikan arahan kepada para juri dan pengurus LPM yang hadir bahwa LPM harus dijadikan sebagai kegiatan yang membanggakan bagi pelaksananya, tugas juri harus dilaksanakan dengan baik. Saat bertugas juri harus bisa saling bekerjasama dan saling membantu di semua blok yang ada dan juga tugas penjurian harus dilaksanakan dengan tanggung jawab yang besar sesuai dengan AD/ART & Fakta Integritas P3SI. “Harus kita pahami bahwa gelaran LPM pelaksanaannya sudah setara dengan konkurs LPI jadi semua perispan, pelaksanaan & penyelenggaraannya diakui banyak kungmaani sudah terbaik diantara gelaran lomba dimana mana dan itu harus kita jaga,” ucap H Abd Azis.




Kades Mattasin, ketua pengda Sumenep juga ikut memberikan arahan bahwa tugas juri harus selalu menjunjung sportifitas dalam bertugas dan semua kinerja burung harus dihargai sesuai kulitas dan aturan penjurian yang ada. H Hasan, ketua Pengda Sampang juga memberikan arahan kepada juri bahwa saat bertugas juri harus bisa berkomunikasi dengan baik dengan peserta, gunakan bahasa tubuh untuk memberikan penjelasan saat pesertanya “berteriak”. Karena dengan memberikan pengertian dengan “bahasa tubuh” setidaknya peserta yang sedang menjoki bisa tahu kualitas suara burungnya, jadi jangan cuek ketika ada peserta yang ingin burungnya diperhatikan.


Ahmad, jurnas asal sampang memberikan pembekalan yang patut dijadikan perhatian semua juri bahwasannya sistem penilaian di P3SI itu sama untuk semua level lomba dan kelasnya, jadi tidak ada pembeda jika ada burung yang dinilai di level latihan kolom itu merasa diberi lebih namun dilevl lomba lebih tinggi kenapa tidak sama hasilnya. ” Inilah yang kebanyakan menjadi protes peserta ketika turun di lomba kelasnya lebih tinggi karena menganggap nilai yang didapat saat berlomba sebelumnya . Makanya juri harus paham sistem penjurian itu sama,” tegas Ahmad.


Sementara itu jalannya gelaran sangat seru dan menarik di semua kelas yang dimainkan di LPM 2026, di kelas dewasa bebas, jawara Senandung Rindu (Kerekan 28) bergelang Atlas bikin kejutan di tampilan awal tahun 2026, jawara gaek milik H Handang Semarang yang dikawal Pak Nur benar benar tampil luar biasa untuk bisa menembus podium pertama. Di podium kedua dan ketiga di tempai jawara Kitab Jowo (Kerekan 33) bergelang Puncak Jaya dan Golden Boy (Kerekan 31) bergelang DMA.


Di kelas piyik bebas, jawara Las Vegas (Kerekan 236) bergelang Jasika milik Kades Matsin/ Bintang Surya BF Bluto Sumenep yang tampil ciamik mampu mempersembahkan podium pertama kepada bosnya dan mampu mengungguli lawan lawannya. Dan jawara M0ntera (Kerekan 196) bergelang Batusnagkar dan jawara Susi Susanti (Kerekan 176) bergelang Lavida menyusul menempati podium kedua dan ketiga.


Dikelas Piyik Yunior, jawara muda Blantika (Kerekan 299) bergelang Akyun JSK milik Dede Primarasa Bandung mampu melesat diantara lawan lawan beratnya, Blantika mampu lolos dari kepugan jawara jawara muda terbaik yang ada di Madura dan langsung mencetak kemenangan terbaik pertama, disusul kemudian jawara Sultan Agung (Kerekan 295) bergelang Lavida dan jwara Putra Ilusi (Kerekan 267) bergelang Hendrayana.


Dan pertarungan di kelas Piyik Hanging antara jawara Bunga Desa (Gantangan 56) bergelang SHD milik tim SHD Ketapang Sampang,jawara Bintang Pantura (Gantangan 17) bergelang Delfina & jawara Isabella (gantangan 96) bergelang Ahmad menjadi sajian yang sangat menarik. Di kelas ini jawara belia yang memang masih usianya di bawah 4 bulan benar benar memperlihatkan kulitas hasil breeding terbaik di kelasnya dan Bungan Desa melejit ke posisi pertama, disusul Bintang Pantura diposisi kedua dan ketiga direbut jawara Isabella.










Tinggalkan Komentar








Tinggalkan Komentar