Generasi Terkini TKK Trah Gatot Kaca-Dinasti Moncer di Garut, Gatot TKK Bandung “Upgrade” Formasi Kandang & Terus Berburu Materi Trah Jawara dari WAT BF
Pada beberapa gelaran lomba akhir tahun 2025 dan awal 2026, sejumlah produk TKK generasi trah jawara Gatot Kaca dan Dinasti bermunculan di arena konkurs lintas blok. Diantaranya, Paramitha Rusady milik Dede Prima Rasa Bandung, kemudian Al-Hadid dan Kedaton milik UKI Team Palu-Sulteng, yang moncer di beberapa gelaran penting lintas blok. Kemudian, pada gelaran Liga Ladini Garut #6, Kamis (8/1/26), menjadi ajang pembuktian generasi terkini TKK BF. Tercatat, sebanyak 5 burung muda potensial produk TKK yang moncer dan masuk nominasi kejuaraan di kelas piyikan (setengah tiang dan hanging).
Gatot TKK Bandung










BANDUNG, agrobisburung.com – Pada beberapa gelaran lomba akhir tahun 2025 dan awal 2026, sejumlah produk TKK generasi trah jawara Gatot Kaca dan Dinasti bermunculan di arena konkurs lintas blok. Diantaranya, Paramitha Rusady milik Dede Prima Rasa Bandung, kemudian Al-Hadid dan Kedaton milik UKI Team Palu-Sulteng, yang moncer di beberapa gelaran penting lintas blok. Kemudian, pada gelaran Liga Ladini Garut #6, Kamis (8/1/26), menjadi ajang pembuktian generasi terkini TKK BF. Tercatat, sebanyak 5 burung muda potensial produk TKK yang moncer dan masuk nominasi kejuaraan di kelas piyikan (setengah tiang dan hanging). Di kelas piyik yunior, Laksmana milik H. Mulya Elsa Garut meraih juara 1. Bahkan, ini merupakan prestasi keduanya di Liga Ladini Garut. Pada putaran sebelumnya, Laksmana juga meraih juara 1 pada debutnya. Ini membuktikan jika kualitas suara dan kestabilannya teruji.







Selain itu, di kelas yang sama juga produk TKK lainnya berhasil masuk nominasi keempat, yakni Permata milik H. Ateng Garut. Kemudian, Bagja milik Deden CCY Garut, masuk nominasi keenam. Selanjutnya, di kelas piyik hanging, dua andalan H. Mulya Elsa Garut, yakni Patih masuk nominasi ketiga dan Pandawa masuk nominasi kedelapan.


Dengan pencapaian ini, Gatot Indriyanto owner TKK BF Bandung tidak langsung berpuas diri. Tetapi menjadi motivasi baginya untuk bisa menghasilkan kualitas produksi yang lebih baik lagi. Untuk itu, Gatot TKK secara berkala melakukan perombakan formasi kandang. Kemudian, ia juga melakukan pengembangan materi yang sudah menghasilkan generasi juara dengan kualitas merata, yang disilangkan dengan materi terkini hasil perburuannya beberapa bulan terakhir ini.
Untuk meng-upgrade formasi indukan, Gatot TKK belum lama ini juga memborong sejumlah materi pilihan terbaik dari WAT BF Tasikmalaya. Diantaranya, trah LPM dari WAT K-Bulgary (3 pasang), trah Atlas Dejavu (3 pasang), kemudian masing-masing sepasang dari WAT K-Kemala Haris, K-Raja Ampat, K-B. Horison dan K-Ratu Paksi. “Pengembangan materi lama disuntik materi baru trah-trah jawara dan LPM dari WAT, serta trah jawara dari Atlas, buat basic pengembangan kedepan. Semoga hasilnya bisa lebih baik lagi. Aamiin,” ungkap Gatot TKK.
Tinggalkan Komentar








Tinggalkan Komentar