Jelang LPI #3 Tugu Muda Cup Semarang, Revolusi Andalan JBM Team Malang di-Take Over Hendry WAT Tasikmalaya dengan Mahar Rp 400 Juta

Breaking News… Menjelang digelarnya LPI #3 Tugu Muda Cup Semarang, akhir pekan ini yang tinggal menghitung hari, kabar mengejutkan datang dari Tanah Pasundan. Ya, Hendry WAT Tasikmalaya yang sejak dulu dikenal fenomenal dengan berita-berita menghebohkan, kali ini kembali bikin “geger” dunia perkutut Tanah Air. Awal pekan ini, tepatnya Senin (5/5) malam telah melakukan transaksi Spektakuler dengan H. Faisol JBM Malang senilai Rp. 400 Juta

Tinggalkan Komentar

H. Faisol JBM (kiri) & Hendry WAT.

H. Faisol JBM (kiri) & Hendry WAT Saat Deal Jawara Revolusi

TASIKMALAYA, agrobisburung.com – Breaking News… Menjelang digelarnya LPI #3 Tugu Muda Cup Semarang, akhir pekan ini yang tinggal menghitung hari, kabar mengejutkan datang dari Tanah Pasundan. Ya, Hendry WAT Tasikmalaya yang sejak dulu dikenal fenomenal dengan berita-berita menghebohkan, kali ini kembali bikin “geger” dunia perkutut Tanah Air. Awal pekan ini, tepatnya Senin (5/5) malam telah melakukan transaksi Spektakuler dengan H. Faisol JBM Malang senilai Rp. 400 Juta

H. Faisol JBM (kiri) & Hendry WAT.

Jawara Revolusi bergelang Naura andalan JBM Team Malang dibawah pimpinan H. Abdullah Mubarok Faisol, di-take over Hendry WAT dengan mahar real fantastis senilai  Rp 400 juta. Dilepasnya Revolusi oleh H. Faisol kepada Hendry WAT memang sangat mengejutkan. Karena saat ini Revolusi sedang memimpin klasemen sementara LPI 2025 dan tengah dipersiapkan untuk menghadapi lanjutan LPI #3 Tugu Muda Cup Semarang, akhir pekan ini. H. Faisol beralasan, kedekatan emosional antara dirinya dengan keluarga besar WAT BF Tasikmalaya menjadi salah satu alasan utamanya.

H Abdullah M Faisol JBM bersama Team saat mengawal jago jag oterbaiknya

“Ya, Hendry WAT adalah sahabat lama saya sejak main perkutut pada era 90-an. Sudah saya anggap seperti anak sendiri. Begitu juga sebaliknya, Hendry WAT sudah menganggap saya orang tua sendiri. Ketika dia ada keinginan serius aktif di lomba lagi, saya turuti kemauannya mengambil Revolusi,” jelas H. Faisol.

Materi indukan Revolusi (Naura).

H Faisol mengakui jika nominal yang disebutkan memang real Rp 400 juta. Hali ini sebagai simbol jika kualitas burung istimewa seperti Revolusi layak dihargai. Prestasi Revolusi juga bagus. Selain memimpin klasemen sementara LPI 2025, juga sering juara 1 di lomba-lomba bergengsi blok Timur. Angka ini muncul setelah melalui negosiasi alot yang terjadi melalui sambungan telepon seluler (WhatsApp). Karena kebetulan H. Faisol sedang berada di Mekah, Arah Saudi. “Ya, memang benar Rp. 400 juta,” tegasnya.

Sementara itu, Hendry WAT mengakui pula jika kedekatannya dengan Abah H. Faisol, menjadi salah satu faktor penting kenapa ia mau membeli burung juara dengan harga yang lumayan fantastis ini. “Sudah tanggung ‘fight‘. Saya berani ambil Revolusi karena, pertama kualitasnya istimewa. Kedua, dilihat silsilahnya cocok darahnya. Burung ini menurut saya engga ada minusnya. Ya, tapi engga tau juga, namanya burung,” ujarnya.

Hendry WAT menambahkan, karena kedepannya juga Revolusi akan diproyeksikan menjadi indukan di kandang WAT. Revolusi adalah anak dari jantan HIN dengan betina JBM. Kakeknya adalah TL N.19 yang sedarah dengan Super Diplomat. “Adik kakak dengan bapak Diplomat,” tambahnya.  Setelah berada di tangan Hendry WAT, rencananya, Revolusi akan terus melanjutkan kiprahnya di LPI dan gelaran penting lainnya lintas blok. Artinya, di Semarang nanti Revolusi siap tempur dan diharapkan bisa menambah poin lagi. Namun kali ini berganti tim, menjadi WAT Team Tasikmalaya.

 

Tinggalkan Komentar