Lovebird Nuklir Aris Excellent BF Jogja, From Zero To Hero
Lovebird Nuklir Aris Excellent BF Jogja, From Zero To Hero
Aris Excellent BF Jogja Dengan Lovebird Nuklir










JOGJAKARTA, agrobisburung.com – Saat bersua di Piala Walikota Cup 2 Probolinggo, Minggu (6/9) dengan Aris Excellent BF Jogjakarta pemilik Lovebird Nuklir, nampak tersungging senyuman di wajahnya karena saat itu, burung kebanggannya juara 1 Kelas Bebas Mangga dengan poin 4000 lebih sedikit dan juara 3 Bebas Bromo dengan nilai 3 ribuan. Karakternya konslet dengan durasi 50 detik sampai 1 menitan, berkelamin jantan dan harus dengan pasangan. “Kebetulan saya hadir di sini atas undangan H Nurul selaku Ketua PBI Probolinggo, jelas sangat senang sekali karena sekalian bisa sillaturrahmi,” ujarnya.









Usai berbincang soal lomba, percakapan diteruskan bagaimana Ia cetak lovebird dewasa di markas Excellent. “Kalau saya kebetulan yang ramai permintaan, ‘produksi’ kita tekankan pada burung dewasa, biasanya start umur delapan bulanan. Karena kalau kita jual usia muda, ketika menginjak waktu enam bulan, kebanyakan burung akan macet, ini yang kita hindari,” tandasnya.







Meski terus ngobrol, agrobisburung.com masih terngiang nama Lovebird Nuklir, seakan familiar dan membekas dalam ingatan. Karena penasaran, akhirnya jari ini tergerak untuk mencoba cari tahu lebih dalam untuk mencari informasi. Dan, voila, akhirnya ketemu satu artikel yang menyebut namanya, Maret tahun lalu, Minggu (10/3) tepatnya. Dimana tertulis Nuklir sukses juara 1 lima kali alias quintrick sekaligus mendapat predikat burung terbaik dalam gelaran BKM Cup 3 Gresik. Padahal waktu itu ada LB Sholeman, Cantona Dedi Kidal Soga BC serta Marsuni andalan H Said Gresik
Awalnya Burung Rumahan



Melihat performa di lapangan seperti itu, apakah itu artinya Nuklir dibeli hasil pantauan lomba, latber, latpres atau event misalnya? Karena bukan rahasia, untuk bisa juara di lomba butuh mental serta karakter yang teruji waktu, dan dijawab Aris tidak. “Bukan dari lomba tapi beli dari orang rumahan kok mas,” bukanya. Dalam kesempatan lain, Ia juga pernah menuturkan pada media, bagaimana proses take over dilakukan.
Ketika sudah berada di rumah pemilik sebelumnya, Aris datang dengan niat dan mekanisme pembelian yang umum digunakan yakni PCB (Pantau Cocok Bayar). Dimana waktu itu, Ia jumpai dalam sangkar, sepasang Lovebird, salah satunya terus nggacor, ngekek panjang dengan volume keras. Karena merasa sreg, akhirnya diputuskan untuk meminangnya. Kisah selanjutnya bisa ditebak. Ujicoba di gantangan sekitar dilakukan berlanjut hingga sekarang dan sesuai dengan tagline ‘from zero to hero’, berawal dari burung rumahan akhirnya nama Nuklir terus berkibar di lapangan. AB-IKO
Tinggalkan Komentar










Tinggalkan Komentar