Selalu Full Blok & Selalu Junjung Fair Play “Pakta Integritas”, Jawara Camelia, Paku Alam, Adi Putro & Arjuna Terbaik di Kelasnya #5 LPM bersama Pengda Sampang
Gelaran Liga Perkutut Madura (LPM) 2026 benar benar menjelma menjadi salah satu liga daerah di tanah air yang pencapaian lombanya selalu meriah dan sukses. Mengabungkan 4 pengda di Madura (Sumenep, Pamekasan, Sampang dan Bangkalan) membuat LPM begitu sangat bergengsi gelarannya dan dalam beberapa tahun ini juga berperan melahirkan sederetan jawara papan di blok timur serta pencetak juri juri nasional handal yang berasal dari Madura yang memiliki kompentensi yang tinggi. Hal tersebut disampaikan langsung oleh H Azis, ketua dewan LPM 2026 kepada agrobisburung.com dan ini juga menjadikan hobi perkutut sangat semarak di Madura dibanding daerah lainnya, bahkan pencanangan salah satu program P3SI menjadikan Madura sebagai sentra perkutut Indonosia rasanya sangat pas dan perlu diwujudkan secepatnya.
Juri Dan Panitia










SAMPANG, agrobisburung.com – Gelaran Liga Perkutut Madura (LPM) 2026 benar benar menjelma menjadi salah satu liga daerah di tanah air yang pencapaian lombanya selalu meriah dan sukses. Mengabungkan 4 pengda di Madura (Sumenep, Pamekasan, Sampang dan Bangkalan) membuat LPM begitu sangat bergengsi gelarannya dan dalam beberapa tahun ini juga berperan melahirkan sederetan jawara papan di blok timur serta pencetak juri juri nasional handal yang berasal dari Madura yang memiliki kompentensi yang tinggi. Hal tersebut disampaikan langsung oleh H Azis, ketua dewan LPM 2026 kepada agrobisburung.com dan ini juga menjadikan hobi perkutut sangat semarak di Madura dibanding daerah lainnya, bahkan pencanangan salah satu program P3SI menjadikan Madura sebagai sentra perkutut Indonosia rasanya sangat pas dan perlu diwujudkan secepatnya.










Memasuki # 5 LPM 2026 yang dilaksanakan Pengda Sampang berkolaborasi dengan pengcam Omben dan Karangpenang yang dilaksanakan pada Minggu (19/07/26) di Lap. Rapa Omben Sampang berjalan meriah dan full blok. Keberhasilan ini juga membuktikan “ketangguhan” Pengda Sampang menjadi tuan rumah gelaran bergengsi secara beruntun setelah 1,5 bulan yang lalu juga sukses menggelar seri LPI Trunojoyo Cup 2026. Kades Pandan, mewakili panitia mengatakan bahwa untuk memajukan hobi perkutut dirinya bersama pengda, pengcam di Sampang sangat konsisten secara bersama sama meramaikannya dan saat ini agenda latihan juga semakin sering dilaksanakan selain gelaran gelaran bergengsi lainnya. “Terima kasih kepada semua kawan kawan pengurus pengda Sampang, krus panitia yang sudah senantiasa bekerjasam dengan kompak untuk menyiapkan semua perangkat lomba dan juga sarana prasarana lomba. Kami sangat peduli untuk meramamaikan hobi perkutut di Madura khususnya di kota Sampang,” ucap Kades Pandan dengan semangatnya.









Disisi lain, Ketua pengda Sumenep dan juga ketua pengda Sampang memberikan poin masukan untuk pelaksanana lomba yang fair play secara berkesinambungan. Diharapkan semua seri lomba harus bisa memujudkan cita cita dilaksanakannya LPM, semua komponen lomba juri, panitia dan juga peserta harus ikut membantu terlaksanakan lomba yang tertib dan selalu mejunjung fair play berlomba. Juri jangan sampai mengecewakan pelaksana lomba, panitia harus memberikan pelayanan terbaik dan peserta wajib ikut serta menjaga kertertiban saat berlomba.





Sementara itu Ahmad, jurnas asal Sampang yang ditunjuk sebagai pemberi breefing dalam persiapan juri menyampaikan bahwa semua penilaian lomba itu murni dari kinerja burung yang sudah dipantau dilapangan. Jangan pernah didekte oleh peserta jika burung itu harus naik nilainya, pegang prinsip penilaian di Pakta integritas semuanya sudah ada. Semua penilaian itu sama tidak ada presepsi bahwa burung itu kalah start atau kurang diperhatikan juri, karena perangkingan/penilaian burung layak itu terpantau oleh semua juri secara bertingkat (juri, koordinator dan juga dewan juri) juga diawasi pengawas dan juga direkap di juri perumus. “Jadi burung dengan raihan nilai di lomba sebelumnya tidak bisa dijadikan patokan burung tersebut mendapat nilai yang sama, jika burung tidak layak juri harus berani memberikan isyarat tubuh bahwa burung tersebut tidak layak. Namun kalau memang layak untuk mencapai nilai terbaik dengan syarat bunyinya yang terpenuhi juri harus berani memutuskan,” papar Ahmad


Dan pertarungan yang sangat sengit terjadi disemua kelas yang memenuhi 9 blok, di dewasa bebas, beberapa jawara handal yang turun di LPM Sampang memberikan pertarungan ketat. Jawara Camelia (Kerekan 273) bergelang Ababil milik H Sunahwi yang cukup lama tidak naik podium akhirnya bisa mencapai podium terbaik pertama di LPM Sampang. Bertarung ketat dengan Senandung Rindu (Kerekan 260) bergelang Atlas dan juga Ergdogan (Kerekan 263) bergelang AZ/RM tidak membuta Camelia mengedor, tetap memberikan perlawan sengit yang membuat kedua lawannya harus puas berada diposisi kedua dan ketiga di babak penentuan.


Di kelas piyik bebas, pertarungan satu lawan satu antara Paku Alam (Kerekan 152) bergelang Naura dan jawara Kompak (Kerekan 88) bergelang HMD benar benar super seru. Keduanya bersaing ketat hingga injury time yang akhirnya dimenangkan Paku Alam milik H Fahmi/Sekar Anom Group di podium pertama, kedua Kompak. Disusul jawawar Eclipse (Kerekan 58) bergelang Legowo di podium ketiga.

Persaingan di kelas piyik yunior juga menarik, jawara Adi Putro (kerekan 175) bergelang Putra Mandiri milik Heru NHD asal Sumenep tapil tangguh dikelasnya, sempat mendapatkan perlawanan ketat namun Adi Putro tetap melesat ke podium pertama. Disusul jawara Terpesona (kerekan 220) bergelang Syani Ras dan Putra Seruni (Kerekan 226) bergelang PH.


Dan di kelas piyik hanging, langganan juara pertama di hampir dua bulan gelaran di Madura, nama jawara Arjuna (gantangan 33) bergelang Tak Nyana milik H Rian/Sinar Putra Group asal Pamekasan memang tiada lawannya, di LPM Sampang dengan lagi lagi dengan kemampuan hebatnya bisa menang mudah meraih podium pertama dari lawan lawannya. Jawara Palestine (Gantangan 70) bergelang JBN dan Putra Madura (gantangan 35) bergelang Kanjeng Lora menyusul menempati podium kedua dan ketiga.










Tinggalkan Komentar










Tinggalkan Komentar