Hendry Sobbandi : “Pemula Perkutut Tak Perlu Bingung dalam Memilih Burung Berkualitas, Fokus Saja pada Karakter Suara !”
Pemilik WAT Bird Farm, Hendry Sobbandi, mengajak para pecinta burung perkutut — khususnya pemula — untuk tidak dipusingkan dalam memilih burung berkualitas. Menurutnya, pemahaman terhadap karakter suara jauh lebih penting dibanding sekadar terpaku pada besar kecilnya suara depan. Hendry menjelaskan bahwa perdebatan mengenai depan besar atau kecil seharusnya tidak menjadi persoalan utama dalam menilai kualitas burung. “Seharusnya burung besar tidak dipermasalahkan pada bagian depannya. Karena kalau itu dijadikan masalah, maka burung kecil juga harus dipermasalahkan dari sisi air suaranya,” ujarnya.
Hendry WAT (tengah) bersama istri & Watma Subandi.










TASIKMALAYA, agrobisburung.com – Pemilik WAT Bird Farm, Hendry Sobbandi, mengajak para pecinta burung perkutut — khususnya pemula — untuk tidak dipusingkan dalam memilih burung berkualitas. Menurutnya, pemahaman terhadap karakter suara jauh lebih penting dibanding sekadar terpaku pada besar kecilnya suara depan. Hendry menjelaskan bahwa perdebatan mengenai depan besar atau kecil seharusnya tidak menjadi persoalan utama dalam menilai kualitas burung. “Seharusnya burung besar tidak dipermasalahkan pada bagian depannya. Karena kalau itu dijadikan masalah, maka burung kecil juga harus dipermasalahkan dari sisi air suaranya,” ujarnya.







Hendry menegaskan bahwa penilaian harus dilakukan secara adil. Jika burung besar dipermasalahkan karena depan, maka burung kecil yang memiliki depan bagus juga harus dipermasalahkan dari sisi volumenya. “Kalau burung yang depannya bagus mau dipermasalahkan, maka permasalahkan juga volumenya, karena otomatis suaranya akan lebih kecil. Itu baru adil,” jelas Hendry.



Menurutnya, burung dengan depan bagus secara karakter alami memang cenderung memiliki suara yang lebih kecil. Hal tersebut bukan kekurangan, melainkan karakter suara. “Burung yang depannya bagus pasti cenderung kecil suaranya. Masa kita mau kembali ke masa burung lokal tangkapan?” tambahnya.
Ia mengingatkan bahwa burung kecil seringkali identik dengan burung lokal tangkapan, dan arah perkembangan perkutut modern seharusnya tidak kembali ke pola tersebut. Dalam pandangan Hendry, kualitas burung seharusnya dilihat dari perpaduan karakter suara secara utuh, bukan hanya dari satu aspek saja.

Standar yang seharusnya menjadi acuan adalah: Burung Besar – Irama Mewah – Air suara tembus, kering, cowong.
Melalui WAT Bird Farm, Hendry menegaskan bahwa pihaknya fokus mengembangkan Burung Besar dengan Irama Mewah yang tersusun lengkap dan harmonis, yaitu: Depan – Tengah – Ujung dengan karakter air suara: tembus, kering, cowong, dan bersih. “WAT membentuk Burung Besar dengan Irama Mewah yang lengkap dari depan, tengah sampai ujung, serta memiliki air suara tembus, kering, cowong, dan bersih,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa pembeli pemula seharusnya tidak dipusingkan dalam memilih. “Berikan konsumen pemula burung yang sudah komplit — Burung Besar, Irama Mewah, dan air suara tembus, kering, cowong, bersih,” tutup Hendry.
Tinggalkan Komentar








Tinggalkan Komentar