Lomba Puter Pelung Nasional Spectakuler Bangkalan Bersatu & Anniversary Joker BF Bangkalan
Para juri dan panitia foto bersama sebelum bertugas










BANGKALAN, Agrobisburung.com – Lomba nasional burung puter pelung Bangkalan Bersatu dalam rangka anniversary Joker BF yang digelar hari ini Minggu, 12 Desember 2021 di Bangkalan cukup spectakuler, karena selain menampilkan kelas madya dan utama juga membuka kelas bintang dengan pendaftaran Rp 750.000 perekor.










Bahkan peserta tidak hanya dari Jawa Timur, tetapi pemain pemain besar dari berbagai kota juga ikut ambil bagian termasuk dari Yogjakarta dan Semarang. Tingginya animo peserta tidak lepas dari peran Joker BF yang selama ini selalu hadir dalam setiap event, baik Latber, Latpres dan lomba lomba besar yang digelar di berbagai kota.








Lomba yang dibuka langsung oleh ketua PPPPSI pengda Jawa Timur Letkol CPM (purn) Didik Hariyadi, sengaja digelar untuk memperingati HUT Joker BF yang ke 4. “Sekaligus ulang tahun saya yang ke 38,” papar Suhairi pemilik Joker BF. Selama ini Jokotole panggilan sehari hari Suhairi, memang telah malang melintang di dunia puter pelung bahkan gacoanya selalu tampil terbaik di lomba lomba besar sehingga namanya ditakuti oleh kontestan lain.




Puter pelung debutan Jokotole yang sudah memiliki nama besar yaitu Sri Rama prestasi sudah tidak terhitung salah satunya juara I Pangdam V Brawijaya Cup, Raja Mongol juga memiliki banyak prestasi termasuk juara Liga Jatim 2020, Saskia kini mengikuti jejak seniornya barusan menyebet juara Fair Play Cup Yogyakarta (28/11). Juga ada Messi yang digadang gadang bisa memiliki prestasi gemilang.

Nama Joker sendiri diambil dari kartu permainan, dimana bisa ikut kemana mana. “Kita netral saja kalau main burung bisa kemana mana,” ujar Jokotole yang juga ketua tim Ambasador. “Selain itu Joker memiliki karakter yang baik, meskipun wajahnya sangar, ” tambahnya.

Didik juga menegaskan kepada juri, untuk berlaku adil dan fair play sehingga dihasilkan juara yang benar benar kerkualitas, dan yang terbaik saat lomba berlangsung. Ahmad Zainuri mengatakan, lomba kali ini merupakan laga spektakuler, untuk itu diharapkan peserta tidak teriak, sehingga juri bisa mendengarkan secara maksimal burung burung yang sedang bunyi. AB-UTE










Tinggalkan Komentar